Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Penyambutan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum, yang baru saja dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia beberapa waktu lalu sekaligus Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (19/11/2025) di Aula Saibatin kantor setempat. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat dan ASN Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah, serta satuan kerja lainnya.
Pembinaan ini dilaksanakan secara hybrid system dan menjadi ajang
konsolidasi internal untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan
publik, dan menyelaraskan langkah menghadapi program-program prioritas
Kementerian Agama pada tahun 2025.
Dalam
arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengajak seluruh
ASN bekerja dengan etos yang solid dan kolaboratif, serta selalu mengutamakan
pelayanan kepada masyarakat.
“ASN
Kementerian Agama harus menunjukkan kinerja terbaik. Bekerja itu bukan hanya
cepat, tapi juga tepat, kompak, dan saling mendukung. Kita adalah satu tim,”
ujarnya.
Alumni
Hukum Keluarga Islam di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Tahun 2025 ini juga menekankan pentingnya
budaya kerja yang hangat, penuh rasa kekeluargaan, dan saling membantu.
Menurutnya, kekuatan organisasi justru lahir dari kekompakan antarlembaga dan
antargenerasi di Kemenag.
Pada
kesempatan tersebut, ia memaparkan Delapan Program Prioritas Kemenag yang
menjadi pedoman kerja seluruh ASN selama 2025. Program ini bukan sekadar arahan
dari pusat, tetapi menjadi kompas bersama dalam memperkuat layanan keagamaan
dan pendidikan di Lampung.
Program
pertama adalah Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, yang menempatkan moderasi beragama
dan harmoni sosial sebagai pijakan utama. “Kita semua bersaudara. ASN harus
menjalin hubungan baik dengan siapa pun, lintas suku, agama, dan golongan,”
kata Zulkarnain.
Program
kedua, Penguatan Ekoteologi, mengajak ASN lebih peduli pada
lingkungan dengan pendekatan nilai-nilai agama. “Kerusakan alam banyak terjadi
karena ulah manusia. Kita harus mengembalikan harmoni itu,” ujarnya.
Ketiga
adalah Layanan Keagamaan
yang Berdampak,
yakni layanan yang mudah, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang
lain,” tuturnya.
Program
keempat, Pendidikan Unggul,
Ramah, dan Terintegrasi, menegaskan pentingnya lingkungan
pendidikan yang aman bagi anak. “Tidak boleh ada kekerasan atau bullying di
satuan pendidikan kita,” tegasnya.
Program
kelima dan keenam yaitu Pemberdayaan Pesantren serta Pemberdayaan Ekonomi Umat, yang menurut Zulkarnain
harus diperkuat melalui kerja sama antara KUA, BAZNAS, dan lembaga amil zakat.
Kolaborasi ini dinilai mampu membantu menggerakkan pelaku usaha kecil dan UMKM.
Program
terakhir adalah Digitalisasi Tata Kelola, mencakup transformasi digital
layanan publik dan manajemen internal. “Ke depan, masyarakat tak perlu lagi
hadir secara fisik untuk mendapatkan layanan di Kanwil Kemenag Lampung,”
jelasnya.
Zulkarnain
menegaskan bahwa semua program tersebut hanya dapat terwujud dengan integritas,
profesionalitas, dan inovasi. ASN, menurutnya, tidak boleh hanya bekerja
administratif, tetapi harus menjadi penggerak perubahan.
“Program
prioritas ini membutuhkan komitmen. Kita harus memastikan manfaatnya
benar-benar dirasakan masyarakat Lampung,” ucapnya.
Ia
pun menutup arahannya dengan pesan agar seluruh ASN bekerja sepenuh hati. “Kita
bekerja untuk umat. Laksanakan amanah ini dengan sepenuh hati.”
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala
Kanwil Kemenag Lampung periode 5 Februari hingga 12 November 2025, Erwinto,
menyampaikan dukungan penuh atas kepemimpinan Zulkarnain. Ia mengibaratkan sang
kakanwil sebagai “masinis tangguh” yang akan membawa gerak maju Kanwil Kemenag
Lampung.
“Kanwil Kemenag Lampung membawahi
15 Kemenag Kabupaten/Kota, 988 madrasah dari MI hingga MA, serta sekitar 8.000
ASN. Kami berharap kehadiran Zulkarnain dapat membawa Kanwil Kemenag Lampung
semakin maju,” ujarnya.