Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Satuan Kerja (Satker) dengan tingkat transaksi Cash Management System (CMS) terbaik ke-III tahun 2024. Penghargaan ini diberikan dalam ajang KPPN Bandar Lampung Awards 2024 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan efektif dalam pemanfaatan teknologi digital. Acara penghargaan digelar pada Rabu (12/3) secara virtual.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bandar Lampung Awards 2024. Kanwil Kemenag Lampung dinilai berhasil mengoptimalkan sistem CMS dalam transaksi keuangan, sehingga mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Kepala KPPN Bandar Lampung Jauhari menyampaikan capaian kinerja KPPN Bandar Lampung Tahun 2024 mengalami peningkatan baik dari DIPA maupun pengelolaan keuangan yang menggunakan cara modernisasi atau digitalisasi, dan kepatuhan dalam pelaksanaan penggunaan anggaran.
“Pencapaian ini tidak terlepas dari mitra strategis dari KPPN Bandar Lampung dan bimbingan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung beserta jajarannya,” jelasnya.
Jauhari menyebutkan bahwa dalam ajang KPPN Bandar Lampung Awards 2024, sebanyak 68 penghargaan diberikan kepada berbagai instansi mitra. Kategori penghargaan meliputi indikator kebijakan anggaran DIPA, digitalisasi pengelolaan keuangan, penggunaan CMS, perencanaan anggaran, akurasi SPM dan retur, hingga pertanggungjawaban keuangan.
“Kami berharap penghargaan ini bisa memberikan motivasi bagi instansi yang telah meraihnya untuk mempertahankan kinerja terbaiknya. Bagi instansi yang belum mendapatkan penghargaan, ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan mereka,” ujarnya.
Jauhari juga menegaskan bahwa KPPN Bandar Lampung akan terus memberikan pelayanan terbaik guna meningkatkan prestasi satuan kerja. Untuk itu, sinergi antara KPPN dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di setiap instansi sangat diperlukan dalam memastikan operasional keuangan berjalan dengan baik.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Mohammad Dody Fachrudin, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini. Ia menilai bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kinerja pengelolaan keuangan yang semakin transparan dan inovatif.
“Ajang ini menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan tata kelola anggaran secara profesional sesuai dengan prinsip good governance,” katanya.
Dody juga menegaskan pentingnya sinergi antara KPPN dan satuan kerja di Lampung agar pelayanan keuangan negara semakin efektif dan efisien. “Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat demi pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, yang diwakili oleh Ketua Tim Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Syamsul serta didampingi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Sariyono, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Kami bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan secara transparan, akuntabel, dan efisien melalui sistem CMS. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap implementasi CMS terus ditingkatkan agar semakin mempermudah proses transaksi keuangan dan meningkatkan efisiensi layanan.
“Ke depan, kami berharap sistem CMS semakin dimanfaatkan secara maksimal dalam proses transaksi keuangan, sehingga dapat mempercepat layanan, mengurangi risiko kesalahan administrasi, serta mendukung tata kelola anggaran yang lebih baik. Kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Syamsul menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari upaya peningkatan kinerja, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keuangan, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien. Semoga penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk semakin profesional dalam mengelola keuangan negara demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutupnya.(Anggithya/Rizki/Baihaqi)
