Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) -- Ramadan, bulan penuh hikmah dan keberkahan, menjadi
momen yang sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, turut menghidupkan syi'ar Islam
dengan melaksanakan kegiatan sholat dzuhur berjamaah dan kuliah tujuh menit
(kultum) di mushola Al-Ukhuwah kantor kemenag, Rabu (05/03/2025).
Kegiatan
kuliah tujuh menit (kultum) ini merupakan rutinitas yang dikoordinir oleh Seksi
Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kemenag Kabupaten Tulang Bawang
setelah pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah.
Memasuki
hari kelima Ramadan 1446H/2025M, Kultum kali ini disampaikan oleh Kepala Seksi
Bimbingan Masyarakat Islam, Mujamil. Dalam penyampaiannya, perlunya kewaspadaan
pada hal - hal yang merusak dan mengurangi pahala puasa Ramadhan beliau
mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas RA, yang juga diriwayatkan
oleh Dailami, yang menyebutkan tujuh perkara yang dapat merusak pahala puasa.
Yang
pertama Berbohong (Dusta). Beliau menegaskan bahwa
berbohong merupakan perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala puasa.
Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk selalu jujur dan menghindari dusta
dalam kehidupan sehari - hari. "Berbohong dapat merusak kepercayaan dan
integritas seseorang, termasuk dalam ibadah puasa," ujar Mujamil.
Kedua Menggunjing
(Ghibah). Menggunjing atau membicarakan keburukan orang
lain tanpa sepengetahuan mereka adalah perbuatan yang dapat mengurangi pahala
puasa. Ghibah bisa merusak hubungan antar sesama umat Islam dan menumbuhkan
kebencian. "Sebagai umat Islam, kita harus menjaga lisan kita dan tidak
terlibat dalam ghibah," lanjut beliau.
Ketiga Mengadu Domba (Naminah). Perbuatan mengadu domba yang memicu permusuhan antar individu atau kelompok juga sangat merugikan, baik bagi hubungan sosial maupun ibadah puasa itu sendiri. Menyebarkan fitnah adalah tindakan yang dapat menghilangkan pahala puasa. "Kita harus menjaga persatuan dan saling menghormati," kata Mujamil.
Keempat
Sumpah Palsu. Melakukan sumpah palsu dengan sengaja merupakan
dosa besar yang dapat menghapus pahala puasa. "Sumpah palsu adalah
tindakan yang sangat tercela dalam agama Islam dan harus dihindari oleh setiap
Muslim," tegasnya.
Kelima
Memandang dengan Nafsu (Syahwat), Memandang sesuatu atau
seseorang dengan penuh hawa nafsu adalah perbuatan yang dapat mengurangi pahala
puasa. Mujamil mengingatkan agar umat Islam menjaga pandangannya selama
Ramadan, agar tidak merusak kesucian puasa.
Selain
itu, beliau juga menambahkan dua hal lainnya yang turut berpengaruh pada
keutamaan puasa:
Keenam
Meninggalkan Sholat. Meninggalkan sholat adalah
tindakan yang sangat merugikan bagi seorang Muslim, karena sholat merupakan
tiang agama. "Meninggalkan sholat akan mengurangi keberkahan puasa dan
amal ibadah lainnya," ungkap Mujamil.
Ketujuh
Terpengaruh oleh Syaitan Gepeng (Gadget/HP). Pemakaian
handphone secara berlebihan, terutama untuk hal - hal yang tidak bermanfaat,
dapat mengganggu konsentrasi dalam ibadah dan mengurangi pahala puasa.
"Kita harus menjaga diri dari gangguan syaitan, seperti penggunaan gadget
yang tidak bermanfaat, dan fokus pada ibadah selama bulan Ramadan," pesan
Mujamil.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Kemenag dan umat Islam di Kabupaten Tulang Bawang dapat semakin memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga amal ibadah dan meraih pahala yang berlipat ganda di bulan yang penuh keberkahan ini.
