Bandarlampung,
MAN 1 (Humas). Sejumlah guru MAN 1 Bandarlampung mengikuti kegiatan
pendampingan lanjutan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKMBK)
di Ruang Rapat Pimpinan, Rabu (22/05/24) bersama Badan Diklat Kemenag Pusat, Nur'aini,
M.Pd. dan Loka Bandarlampung yang diwakili oleh Sri Sunati,M.Pd. dan Riri.
Kegiatan
pendampingan ini bertujuan untuk mencari data sampai sejauh mana implementasi
Kurikulum Merdeka di MAN 1 Bandarlampung untuk nantinya ditindaklanjuti oleh
Loka Diklat.
Dalam
laporannya, Wakamad Bidang Kurikulum MAN 1 Bandarlampung, Asyikin, M.Pd.
menyebutkan, P5RA di MAN 1 Bandarlampung sudah terlaksana dari semester ganjil
yang meliputi KTI dan Moderasi Beragama. Sementara untuk semester genap
mengambil tema hidroponik, beberapa kelas sudah sampai pada tahap pemanenan,
sebagian kelas lainnya mengalami kegagalan akibat kendala libur sehingga banyak
tanaman yang mati.
Masih
kata Asyikin, tema hidroponik akan dilanjutkan pada semester ganjil tahun
ajaran 2024/2025 dengan mengundang tim ahli guna meningkatkan persentase
keberhasilan proyek hidroponik dengan harapan bisa ditingkatkan sampai pada
tahap penjualan.
Dalam
pendampingan tersebut, Sri Sunarti, M.Pd. yang mewakili Loka Bandarlampung
mengingatkan link evaluasi yang pernah dibagi agar segera diisi oleh semua guru
karena akan dijadikan dasar untuk pendampingan lanjutan dari Loka Diklat. Dalam
waktu dekat, Loka Bandarlampung juga akan juga akan melakukan pendampingan
lanjut tentang pengisian rapor dalam bentuk Coaching, Bimtek, ataupun Diklat.
Pada
kesempatan yang sama, Nur'aini,M.Pd. pendamping IKMBK dari Kemenag Pusat
menyatakan, MAN 1 Bandarlampung sebagai madrasah yang sudah menerapkan
Kurikulum Merdeka harus segera melakukan pengimbasan kepada madrasah di
sekitarnya.Nur'aini juga memaparkan pengisian rapor P5RA yang harus disajikan
dalam bentuk narasi dan bukan angka.
"Bagi yang sudah telanjur melakukan penilaian dengan menggunakan angka harus dikonversikan ke bentuk narasi," terang Nur'aini. (HrS/Aska69/AS/Yn).
Editor : Fadilah
