Search

Kemenag Lampung Mantapkan Program 2026 Berbasis Layanan Keagamaan Berdampak

kemenag-lampung-mantapkan-program-2026-berbasis-layanan-keagamaan-berdampak
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Agama harus bergerak dalam satu visi besar, yakni mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rapim) Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Rabu (15/1/2026), sebagai forum konsolidasi arah kebijakan dan program kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung tahun 2026.

Zulkarnain menekankan bahwa Asta Protas Kementerian Agama tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang berdampak bagi umat.

“Yang kita kejar bukan sekadar administrasi, tetapi bagaimana agama hadir memberi manfaat, memperkuat persatuan, dan menghadirkan keadilan sosial,” ujarnya.

Dalam bidang kerukunan dan pencegahan konflik, Kakanwil menegaskan pentingnya peran penyuluh dan penghulu sebagai detektor dini potensi gesekan di masyarakat melalui optimalisasi Early Warning System (EWS).

“Kalau ada tanda-tanda konflik di bawah, jangan dibiarkan. Harus cepat diketahui, dilaporkan, dan dicegah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan zakat dan wakaf secara terkoordinasi dan transparan. Menurutnya, potensi dana umat sangat besar dan harus dikelola secara profesional agar benar-benar kembali kepada masyarakat.

“Kalau zakat terkelola baik dan terpusat, manfaatnya bisa dirasakan untuk pendidikan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Dalam Rapim itu, Zulkarnain juga menyampaikan perlunya edaran dan pembinaan kepada para khatib dan penyuluh agar mendorong kesadaran berzakat di tengah masyarakat.

Di bidang ekoteologi, Kakanwil menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari praktik keagamaan, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, sanitasi rumah ibadah, hingga penggunaan energi terbarukan.

Sementara dalam sektor pendidikan, ia mendorong penguatan madrasah unggul, madrasah kejuruan, dan pesantren agar mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kemandirian ekonomi.

“Setiap anak punya keunggulan. Tugas kita adalah memfasilitasi agar potensi itu tumbuh, bukan menyeragamkan semuanya,” ujarnya.

Kakanwil juga menyambut kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong penggunaan pakaian adat dan bahasa Lampung di lingkungan ASN.

“Budaya adalah perekat. ASN harus menjadi teladan dalam merawat identitas dan kearifan lokal,” tegasnya.

Menutup arahannya, Zulkarnain menekankan pentingnya digitalisasi tata kelola dan layanan keagamaan, termasuk penguatan PTSP terintegrasi dan Satu Data Kemenag.

“Kita harus melayani umat dengan hati, ilmu, dan teknologi. Inilah wajah Kementerian Agama yang berdampak,” pungkasnya. (Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil