Lampung Selatan, Kemenag Lamsel (Humas)-Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan mulai mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di madrasah. Program tersebut disosialisasikan di MTs Negeri 3 Lampung Selatan, Selasa (12/5). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Ahmad Rifai, membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada para peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Rifai menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus membangun karakter, empati, dan kepedulian sosial peserta didik. "Pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap saling menghargai, peduli, dan mampu membangun lingkungan yang harmonis," ujarnya.
Menurut dia, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab dalam proses pendidikan di madrasah. Ia menjelaskan, pembentukan karakter anak perlu dilakukan secara konsisten melalui budaya belajar, pola interaksi, hingga lingkungan pendidikan yang sehat dan positif.
Selain sosialisasi kurikulum, kegiatan juga dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan madrasah sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama. Ahmad Rifai mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari pembelajaran dan pembiasaan di madrasah. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam. "Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual," katanya.
Melalui sosialisasi ini, Kemenag Lampung Selatan berharap madrasah mampu menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. (Puji)
