Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Lamsel Bekali Risma Hadapi Tantangan Generasi Digital

Selasa, 21 Juli 2026 Humas Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Kemenag Lamsel Bekali Risma Hadapi Tantangan Generasi Digital
Humas Lampung Selatan
Humas Lampung Selatan
Foto: Doc. Pemda

Lampung Selatan, Kemenag (Humas) – Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan mengelola diri. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Bambang Sugeng dalam kegiatan Pembinaan Remaja Islam Masjid (Risma) Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (21/7/2026) di Aula Krakatau Setdakab Lampung Selatan.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ini mengangkat tema “Bersama Risma Kita Wujudkan Lampung Selatan Helau Agamanya dan Betik Akhlaknya”. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas pemuda Remaja Islam Masjid agar tumbuh sebagai generasi yang tangguh dan berkarakter.

Dalam pemaparan yang bertajuk “Kemampuan Remaja Era Digitalisasi”, Bambang Sugeng mengingatkan bahwa remaja saat ini berada pada masa perkembangan yang penuh tantangan. Selain memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, remaja juga perlu dibekali kemampuan berpikir, mengelola emosi, dan mengambil keputusan secara bijak.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk belajar dan berkarya. Namun, penggunaan teknologi harus tetap dibarengi dengan nilai agama dan akhlak agar memberikan dampak positif.

“Generasi muda tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta mampu mengendalikan diri,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, terdapat dua kemampuan yang perlu dipersiapkan oleh remaja di era digital, yakni hard skill dan soft skill. Hard skill berkaitan dengan kemampuan teknis seperti penguasaan teknologi, desain, media digital, hingga keterampilan yang mendukung dunia kerja. Sementara soft skill mencakup komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, pengelolaan emosi, serta kemampuan memecahkan masalah.

Bambang juga mengajak para anggota Risma untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan diri. Menurutnya, keberadaan Risma tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan mencetak generasi muda Islam yang aktif di tengah masyarakat.

Pembinaan Risma Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat peran pemuda masjid dalam mewujudkan generasi yang religius, berdaya saing, serta mampu menghadapi perubahan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman. (Puji)