Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Pesawaran Dampingi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di MTsN 1 Pesawaran

Selasa, 21 Juli 2026 Humas Pesawaran Editor: Kevin
Kemenag Pesawaran Dampingi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di MTsN 1 Pesawaran
Humas Pesawaran
Humas Pesawaran
Foto: Irfan Rafsanjani

Pesawaran, Kemenag (Humas)  – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Pendampingan Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di MTsN 1 Pesawaran, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Fathul Bari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Madrasah Yusuf Ansori, serta para kepala madrasah dan guru yang menjadi peserta pendampingan.

Kepala MTsN 1 Pesawaran, Saripudin, menyambut baik pelaksanaan pendampingan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bekal penting bagi madrasah dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Farid Wajedi menegaskan bahwa pendampingan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh madrasah mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

"Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah sesuatu yang baru bagi madrasah, tetapi merupakan penguatan terhadap jati diri madrasah dalam membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang kuat," ujar Farid.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan madrasah dalam membentuk peserta didik yang memiliki empati, kepedulian, sikap toleran, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurut Farid, nilai-nilai cinta yang diusung dalam kurikulum tersebut diwujudkan melalui kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, guru, sesama manusia, bangsa, dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.

Melalui pendampingan ini, diharapkan madrasah piloting di Kabupaten Pesawaran mampu menjadi contoh dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia. (bagus/irfan)