Pesisir Barat, Kemenag (Humas) --- Plt Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Barat mengikuti kegiatan coaching clinic bertajuk 'Integrasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru dan BOSDA dan APBD" yang diselenggarakan oleh KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Rabu 18 Juni 2025 dan dipusatkan di Hotel Sartika, Krui.
Kegiatan ini diikuti sejumlah pejabat dan tenaga pendidik dari Lingkungan Kemenag Pesisir Barat, di antaranya Plt Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat H. Hikmat Tutasry, S.Pd., Ketua Pengawas Madrasah H. Syakir Mukhtar, M.Pd.I., Pengawas Madrasah Slamet, S.Pd., M.M., Analis Tenaga Kependidikan Kurniawan Muhammad Nur, S.H., serta para kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.
Forum coaching clinic ini dirancang untuk membuka ruang dialog dan berbagi gagasan mengenai tantangan dan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru, khususnya dalam konteks penggunaan dana BOSDA dan APBD. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi antar pelaku pendidikan guna menghasilkan strategi penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, H. Hikmat Tutasry, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan di madrasah. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait kebijakan dan teknis pengelolaan dana pendidikan yang berpihak pada kualitas pembelajaran. Ia juga berbagi pengalamannya dalam mengurus madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
Lebih lanjut, Hikmat menggarisbawahi bahwa kehadiran jajaran Kemenag Pesisir Barat dalam forum ini merupakan komitmen konkret dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daerah. Ia berharap pengalaman dan informasi yang diperoleh selama kegiatan dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan masing-masing, sehingga mampu mencetak guru-guru dan peserta didik yang unggul dan kompetitif dari Kabupaten Pesisir Barat.
Kegiatan coaching clinic ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para pendidik untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta mencari solusi secara kolaboratif demi terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.(Edri/Anggithya)
