Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Ketua Unit Pengumpul Zakat UPZ Kementerian Agama Tulang Bawang Zainal Arifin, bersama Sekretaris Taufik menerima tamu dari media untuk membahas tentang pendistribusian infak dan sedekah di Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung PLHUT Kemenag Tulang Bawang, Jum’at (27/12/2024).
Tujuan
diadakan pertemuan ini untuk memberikan
transparansi terkait pengelolaan dana yang telah dihimpun serta memastikan
penyalurannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam
pertemuan ini, Ketua UPZ Zainal Arifin menjelaskan mekanisme penghimpunan,
pendistribusian, dan pelaporan infak serta sedekah yang dilakukan oleh unit
kerjanya. Sekretaris UPZ turut mendukung dengan menyampaikan data
pendistribusian terkini dan program-program yang telah dijalankan.
Keterbukaan
informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan para ASN
di lingkup kemenag tuba terhadap pengelolaan dana UPZ tersebut, sekaligus
memotivasi mereka untuk terus berkontribusi melalui infak dan sedekah. Hal ini
juga menepis berita yang miring yang terkait dana UPZ ngendap di kemenag bahwa
ini tidak benar karna UPZ per triwulan sekali menyetorkan melalui Rekening
Baznas Kabupaten Tulang Bawang,” ungkap Ketua UPZ.
Lebih
lanjut Zainal menjelaskan bahwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin mengatahkan Dana zakat yang dikelola harus
benar-benar diperuntukkan bagi kemaslahatan umat, agar dapat membantu
meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.
"Kepala
Kemenag Jalaluddin menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang dilakukan
sesuai dengan regulasi yang berlaku, Transparansi, Akuntabel dan Aman dalam
rangka membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan
sebagai upaya pemerintah dan umat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh
elemen masyarakat dan para ASN Kemenag untuk lebih peduli dan aktif dalam
menunaikan zakat, infaq dan sodaqoh baik melalui lembaga yang sah yaitu UPZ,”
ucap Zainal.
Selanjutnya
Ketua UPZ Zainal Arifin, dalam pertemuan dengan media Junaidi,Murni, Erwin,
joni dan Armada menyampaikan selain dana UPZ untuk Bansos juga rencana UPZ akan
melaksanakan terobosan baru terkait pendistribusian dana infak dan sedekah
tersebut diantarnya salah satu nya adalah pemberian bantuan pinjaman modal
usaha kepada pelaku UMKM di lingkungan Kementerian Agama, beraharap mereka para
UMKM yang tidak memiliki modal usaha kedepan bisa meningkatkan perekonomiannya
dan mampu untuk berzakat, berinfaq dan bersodaqoh dan jika UMKM nya telah
sukses maka pinjaman modal usahanya bisa bergiliran kepada UMKM yang lainnya,
sambil mengajak untuk gemar berzakat dan berinfaq dan sodaqoh.
Zainal menyampaikan bahwa UPZ telah melaksanakan aganda kegiatan yang telah dilakukan dalam pendistribusian dana UPZ.
"Pertama Pemberian 1.000 Paket Sembako kepada Fakir Miskin Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama di saat-saat sulit. Pelaksanaannya pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri 1445 H / 2024 lalu," jelasnya.
"Kedua Santunan atau Lebaran Anak Yatim Pada momen Bulan Muharam UPZ peduli memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar mereka dapat merayakan hari raya anak yatim dengan penuh sukacita dan sebanyak 500 paket sembako dan dana sebesar 150.000 per anak Yatim dan piatu,” sambungnya.
"Ketiga
Bantuan Sosial Lainnya UPZ juga aktif dalam memberikan bantuan sosial lainnya
kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan
bantuan darurat untuk yang tertimpa musibah atau lainnya. Semua itu dilakukan
bekerjasama dengan Baznas Kabupaten, LazisNu, LazisMu dan KBIHU yang ada di
Tulang Bawang,” tambahnya.
Terakhir hal senada juga disampaikan oleh sekretaris UPZ Taufik, bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya yang terlibat langsung dalam lingkup Kemenag. Dengan adanya bantuan modal ini, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih pesat, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. (dody)
Editor: Aditya Catur