Way Kanan, Kemenag (Humas) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menggelar Tes Kualifikasi Teknis Khusus Keagamaan bagi Penghulu dan Penyuluh Agama Islam di Aula KUA Blambangan Umpu, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari penghulu dan penyuluh agama Islam se-Kabupaten Way Kanan sebagai upaya penguatan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Masir Ibrahim, Kasubbag Tata Usaha Joko Susanto, Kasi Bimas Islam Rofik Mas'ud, serta para penu dan penyuluh agama Islam peserta tes.
Pelaksanaan tes ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat terkait sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025 tentang Kepala Kantor Urusan Agama. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama melakukan Tes Kualifikasi Teknis Khusus Keagamaan bagi penghulu dan penyuluh agama Islam sebagai bagian dari upaya pemetaan dan penguatan kompetensi aparatur di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan diawali dengan laporan kegiatan oleh Kasi Bimas Islam, Rofik Mas'ud. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa tes ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Agama dalam rangka pemetaan kompetensi sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada jabatan penghulu dan penyuluh agama Islam.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran kemampuan teknis para penghulu dan penyuluh agama Islam sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan kompetensi dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat," ujar Rofik.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Way Kanan, Masir Ibrahim, memberikan sambutan, pengarahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penghulu dan penyuluh agama Islam merupakan ujung tombak Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Penghulu dan penyuluh agama Islam memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta edukasi keagamaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kompetensi dan profesionalisme harus terus ditingkatkan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas," ungkap Masir.
Masir juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti tes dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana evaluasi diri serta pengembangan kapasitas pribadi.
"Jangan memandang tes ini sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas diri. Hasil yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang," tambahnya.
Sebelum pelaksanaan tes dimulai, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh M. Ali. Doa dipanjatkan untuk memohon kelancaran, kemudahan, dan keberkahan selama pelaksanaan kegiatan.
Usai doa, para peserta kemudian mengikuti Tes Kualifikasi Teknis Khusus Keagamaan secara bergantian dengan pengujian oleh Kasubbag Tata Usaha, Joko Susanto.
Ditemui usai pelaksanaan tes, Joko Susanto mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, tes ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kementerian Agama.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan seluruh peserta dapat mengikuti tes dengan baik. Kami berharap hasil tes ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi penghulu dan penyuluh agama Islam untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dalam melayani masyarakat," ujar Joko.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan berharap para penghulu dan penyuluh agama Islam dapat terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme sehingga mampu memberikan pelayanan keagamaan yang semakin baik serta menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal. (Humas)