Tanggamus, MTsN 2 (Humas) - Asesmen Sumatif Akhir Semester ini merupakan salah satu bentuk evaluasi yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dengan tujuan untuk mengetahui daya serap siswa pada semua kompetensi dasar pada mata pelajaran tertentu yang telah dipelajari selama satu semester guna mendapatkan nilai pencapaian kompetensi lulusan yang baik.
Dalam efisiensi proses, biaya dan waktu, Asesmen sumatif semester saat ini kerap kali menggunakan CBT atau Computer Based Tes dalam pelaksanaannya. Seperti yang dilakukan di MTsN 2 Tanggamus yang telah menggunakan ujian CBT selama beberapa tahun ke belakang. Jika biasanya CBT MTsN 2 Tanggamus menggunakan e-learning Kementerian Agama, kali ini akan menggunakan aplikasi CBT https://cbt.mtsn2tanggamus.sch.id/login.
Untuk mengenalkan aplikasi CBT ini kepada dewan guru, tim pengembang kurikulum menggelar Sosialisasi Aplikasi CBT pada Sabtu, (26/10). Kegiatan dimulai pukul 10.30 WIB s.d selesai, bertempat di ruang guru. Narasumber kegiatan adalah Dwi Erwanto, S.Pd sekaligus waka sarana prasarana.
Berbagai fitur diperkenalkan kepada dewan guru, seperti cara penginputan soal dan sebagainya. Terlihat antusias dewan guru mengikuti kegiatan ini. Dewan guru telah diminta membawa laptop masing-masing agar ketika narasumber memberikan beberapa panduan dapat disertai praktik langsung bagi peserta sosialisasi.
Kepala MTsN 2 Tanggamus membuka langsung kegiatan sosialisasi dengan didampingi Waka Kurikulum, Waka Humas, Waka Kesiswaan dan Kepala TU MTsN 2 Tanggamus. Kepala madrasah menyampaikan pentingnya guru mengikuti sosialisasi ini agar tidak salah dalam pembuatan soal.
Dalam acara inti, Waka Kurikulum yakni Drs. H. Minarto menyampaikan beberapa hal penting mengenai asesmen sumatif dan CBT yang akan digunakan.
"Perkiraan pelaksanaan Asesmen Sumatif Semester Ganjil 2024/2025 dimulai pada 25 November 2024. Pembuat naskah soal telah dibuatkan SK, dan disertai jumlah soal serta jenis soalnya. Pentingnya kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan adalah dikarenakan MTsN 2 Tanggamus tidak lagi menggunakan Elearning Madrasah, karena tidak pernah di-update." tutur Minarto.
"Jenis soal yang digunakan adalah pilihan danda biasa dan pilihan ganda kompleks, dengan 60% jumlah soal menggunakan literasi atau stimulus. Aplikasi ini diharapkan akan lebih baik dari aplikasi sebelumnya. Kedepannya kita berharap dalam pembelajaran di kelas juga menggunakan digital." tambahnya. (Adm/Mela Basyar)