Lampung Selatan, Kemenag (Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain menegaskan bahwa peran guru madrasah tidak hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pendidikan Madrasah Kabupaten Lampung Selatan di Aula Pondok Modern Darussalam Gontor 7 Kalianda, Kamis (16/7/2026).
Di hadapan sekitar 500 kepala madrasah dan guru madrasah se-Kabupaten Lampung Selatan, Kakanwil menyampaikan bahwa pendidikan madrasah harus menghadirkan proses pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan menjadi teladan bagi peserta didiknya,” ujar Kakanwil dalam arahannya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter, sikap, dan nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam diri peserta didik. Karena itu, guru perlu memiliki metode pembelajaran yang mampu menyentuh aspek pengetahuan sekaligus membangun kepribadian anak.
Kakanwil juga menekankan pentingnya mewujudkan madrasah dan pondok pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang ramah anak dan inklusif. Setiap peserta didik harus mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi.
Ia mengingatkan para pendidik agar menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghargai peserta didik. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami karakter dan kebutuhan anak dalam proses belajar.
Selain itu, Kakanwil mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Menurutnya, pendidikan harus menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta membangun hubungan yang positif antara guru dan peserta didik.
Melalui pendekatan tersebut, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Zulkarnain berharap Rakorda Pendidikan Madrasah menjadi momentum bagi seluruh pengelola madrasah untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan guru yang profesional dan lingkungan belajar yang ramah anak, madrasah dapat semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan pendidikan masa depan. (Puji)