Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Way Kanan Masir Ibrahim didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Hayamudin dan Pengawas Madrasah Binti Muslikah, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis "Madrasah Pandai Berhitung" menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan) di MIN 4 Way Kanan, Selasa (8/10/2024).
Program ini diikuti oleh anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 4 way kanan serta para guru MIN 4, dengan total peserta mencapai 35 orang.
Dalam kesempatan pembukaan bimtek, Kepala MIN 4 Way Kanan Mustofa Hadi Kusuma menyampaikan bahwa salah satu guru di MIN4 selalu induk KKM atas nama Supriyono, telah mengikuti pelatihan metode Gasing tingkat provinsi. Hal ini menjadi langkah awal bagi MIN 4 untuk menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran matematika.
Mustofa juga menyampaikan terima kasih kepada Kakankemenag, Kasi Penmad, dan Pengawas yang hadir dalam acara tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika di MIN 4 dan madrasah lainnya.
Selanjutnya Kepala Kemenag Way Kanan, Masir Ibrahim, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut. Dalam sambutannya, Masir menekankan bahwa metode Gasing merupakan program nasional yang digagas oleh Menteri Agama. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan berhitung di madrasah dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa.
Ia menyebut bahwa pelajaran matematika merupakan kunci untuk melatih kemampuan logika siswa sejak dini, sehingga penting bagi para guru untuk memahami dan menerapkan metode yang tepat.
"Kita harus serius mengikuti program ini, karena ini adalah terobosan penting dalam dunia pendidikan madrasah. Program ini bukan hanya soal berhitung, tetapi juga mengubah cara kita mendekati pembelajaran. Matematika seringkali dianggap sulit, tapi dengan metode Gasing, kita bisa membuatnya lebih mudah dan menyenangkan," ujarnya.
Kakankemenag juga mengingatkan kepada para guru agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan harus dijadikan kesempatan untuk benar-benar mempelajari metode Gasing secara mendalam dan menerapkannya di kelas.
"Laksanakan dengan serius, jangan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Guru harus menjadi contoh dan teladan bagi siswa. Sekarang bukan zamannya CBSA (Catat Buku Sampai Habis), melainkan zaman pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif. Kesuksesan murid sangat tergantung pada pendekatan yang kita, para guru, gunakan," tegasnya.
Lebih lanjut, Masir juga mendorong kepala madrasah untuk terus mendukung pengembangan kemampuan guru, sehingga mereka dapat menjadi guru multitalenta yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi siswa. "Tugas kita sangat besar, yaitu mencerdaskan anak bangsa. Kita harus sabar dan ikhlas dalam menghadapi murid-murid, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka," tambahnya.
Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 8 hingga 9 Oktober 2024, diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kompetensi guru dalam bidang matematika. Dengan penerapan metode Gasing, pembelajaran matematika di madrasah diharapkan bisa lebih menarik dan efektif, sehingga siswa tidak lagi merasa kesulitan dalam memahami pelajaran tersebut.
Acara ini diikuti dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang berharap bisa membawa dampak positif bagi pengajaran matematika di madrasah mereka masing-masing.
(Fit/Hand)
Editor : Fadilah