Tanggamus Kemanag (Humas) --
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris
Rayusman, M.Pd.I., turut ambil bagian dalam memperingati Hari Bumi ke-55 yang
digelar secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari
rangkaian acara Launching Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa serta Peletakan
Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia
(PPIII).
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar agar Indonesia ke depan dapat menjadi pusat pembelajaran Islam berskala global. “Indonesia harus menjadi tempat belajar Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut para pejabat tinggi Kementerian Agama dari berbagai wilayah di
Indonesia. Di antaranya adalah Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan
Negeri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, serta Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Acara ini menjadi momentum penting bagi
sinergi nasional dalam menyatukan semangat menjaga bumi dan memperkuat
pendidikan keagamaan.
Tak hanya itu, sejumlah pimpinan lembaga dan satuan pendidikan keagamaan juga terlibat, seperti Kepala Balai dan Loka Diklat, Kepala UPT Asrama Haji, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), hingga Kepala Madrasah dan Satuan Pendidikan Keagamaan lainnya. Mereka hadir untuk memberikan dukungan terhadap program penghijauan sekaligus pembangunan sarana pendidikan berbasis Islam yang berkualitas.
Dr. Mahmuddin Aris Rayusman
mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan
dan pendidikan. “Gerakan penanaman pohon ini bukan hanya simbolik, tapi juga
sebagai warisan lingkungan hidup yang lestari. Terlebih lagi, pembangunan PPIII
menjadi tonggak penting kemajuan pendidikan Islam yang mendunia,” ungkapnya.
Peringatan Hari Bumi ini bukan hanya seremonial, melainkan menjadi wujud kolaborasi nyata antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan bumi yang hijau serta peradaban Islam yang berkemajuan. Harapannya, langkah seperti ini terus digelorakan di masa depan dengan lebih banyak partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. (Frans/Mela Basyar)