Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris
Rayusman, M.Pd.I., bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari
Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang digelar pada Senin pagi di halaman kantor
Kemenag Tanggamus. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Aparatur
Sipil Negara (ASN), tokoh agama, serta perwakilan dari lembaga pendidikan
keagamaan.
Mengusung tema nasional “Bangkit
Bersama Wujudkan Indonesia Kuat,” peringatan Harkitnas 2025 menjadi
momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat
persatuan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan zaman. Tema ini selaras
dengan semangat kebangkitan nasional yang pertama kali dicanangkan oleh
tokoh-tokoh pergerakan Indonesia pada awal abad ke-20.
Dalam amanatnya, Dr. Mahmuddin menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi semangat yang terus relevan dan harus dihidupkan dalam setiap langkah pembangunan bangsa. Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kebangkitan sebagai landasan dalam bekerja, melayani, dan membangun Indonesia dari berbagai sektor, khususnya dalam kehidupan beragama.
"Kita harus bangkit
bersama, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara moral dan spiritual.
Peran kita sebagai aparatur negara adalah menjaga nilai-nilai kebangsaan dan
keagamaan agar tetap harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,"
ungkap Mahmuddin dalam pidatonya yang disambut antusias para peserta upacara.
Peringatan Harkitnas tahun ini
turut dimeriahkan dengan pembacaan sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional
yang membangkitkan rasa nasionalisme peserta. Seluruh rangkaian kegiatan
berlangsung tertib dan penuh makna, memperkuat rasa kebangsaan di tengah
masyarakat Tanggamus.
Kegiatan ini menjadi pengingat
bahwa semangat kebangkitan tidak boleh padam. Justru di era modern seperti
sekarang, nilai-nilai persatuan dan semangat gotong royong harus semakin
diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang tangguh, adil, dan berkelanjutan di
masa depan. (Frans/Mela Basyar)