Search

Kepala KUA Gunung Sugih Ikuti Rakernas, Dukung Asta Protas Kemenag

kepala-kua-gunung-sugih-ikuti-rakernas-dukung-asta-protas-kemenag
Fotografer: Humas Kanwil

Gunung Sugih, KUA (Humas) — Komitmen memperkuat kualitas pelayanan keagamaan di tingkat akar rumput terus diperkuat melalui keterlibatan aktif para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam agenda strategis nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Kepala KUA Kecamatan Gunung Sugih, H. Henri Amirudin, S.HI., yang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis–Jumat (22–23 Januari 2026), secara daring melalui Zoom Meeting.

Rakernas Bimas Islam 2026 mengangkat tema “Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya Implementasi Perilaku Ekoteologis di Masyarakat”. Tema ini menegaskan arah baru pembangunan layanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menjelaskan bahwa Rakernas ini dirancang sebagai forum penyelarasan kebijakan dan program Bimas Islam dengan Asta Protas Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa seluruh satuan kerja Bimas Islam, termasuk KUA, harus bergerak dalam satu irama kebijakan nasional.

“Rakernas ini menjadi momentum untuk mengonsolidasikan langkah Bimas Islam agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kehidupan beragama masyarakat. KUA memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan umat,” ujar Abu Rokhmad.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan peran KUA dalam berbagai lini pelayanan, mulai dari pencatatan pernikahan, pembinaan keluarga sakinah, pengelolaan zakat dan wakaf, layanan kemasjidan, hingga pengarusutamaan moderasi beragama dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.

Rakernas tersebut diikuti oleh pejabat struktural Bimas Islam serta para Kepala KUA dari seluruh Indonesia. Selain sebagai ajang pemaparan arah kebijakan nasional, forum ini juga dimanfaatkan untuk melakukan refleksi atas capaian kinerja, menyerap masukan dari daerah, serta merumuskan terobosan pelayanan keagamaan yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial.

H. Henri Amirudin menilai Rakernas ini memberikan perspektif baru bagi penguatan peran KUA di tingkat kecamatan. Menurutnya, arah kebijakan yang disampaikan menuntut KUA untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga tampil sebagai pusat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Rakernas ini membuka ruang refleksi bagi kami di KUA agar lebih progresif dalam melayani umat. Ke depan, KUA harus mampu menjadi simpul pembinaan keagamaan yang moderat, solutif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai arahan strategis yang disampaikan dalam Rakernas akan dijadikan pijakan dalam merancang program kerja KUA Gunung Sugih Tahun 2026, khususnya dalam memperkuat kualitas layanan dan pembinaan umat.

Melalui keikutsertaan dalam Rakernas Bimas Islam 2026 ini, KUA Gunung Sugih diharapkan semakin siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada masa depan umat. (Ria/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil