Way Kanan, MTsN 1 (Humas) — Kepala MTsN 1 Way Kanan, M. Nasihin Haq, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Way Kanan di MIN 1 Way Kanan, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Way Kanan dan dihadiri oleh Kasi Penmad, seluruh pengawas madrasah, serta para kepala madrasah negeri se-Kabupaten Way Kanan.
Bimtek tersebut diikuti oleh 45 guru madrasah negeri se-Way Kanan sebagai peserta utama. Adapun narasumber berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, yaitu Drs. Alamsyah selaku Ketua Tim Kurikulum, Roswidan selaku Ketua GTK, serta Dr. Sahrul AR, Instruktur Nasional Kanwil Kemenag Provinsi Lampung. Mereka menyampaikan materi tentang penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran, strategi penguatan karakter peserta didik, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan penuh empati.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Way Kanan menegaskan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, karena setelah Bimtek ini para guru akan memiliki tanggung jawab untuk mensosialisasikan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan kerja masing-masing,” ujarnya. Beliau juga menekankan makna filosofis dari tema kegiatan, dengan mengajak para pendidik untuk mencintai profesinya. “Cintai pekerjaan kita, cintai madrasah kita, dan cintai anak didik kita. Dengan cinta, setiap langkah pendidikan akan bernilai ibadah,” tambahnya.
Kehadiran Kepala MTsN 1 Way Kanan, M. Nasihin Haq, dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen madrasah untuk terus mendukung setiap program pengembangan kurikulum yang digagas oleh Kementerian Agama. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah penting dalam membangun budaya belajar yang lebih humanis dan berorientasi pada nilai-nilai akhlak mulia.
Kegiatan Bimtek berjalan lancar dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi serta berbagi pandangan mengenai penerapan nilai-nilai cinta dalam proses belajar mengajar. Diharapkan, melalui kegiatan ini, guru-guru madrasah di Way Kanan dapat menjadi teladan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inspiratif, penuh kasih, dan bermakna bagi peserta didik. (JM)
Editor : Fadilah
