Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Ny. Deska Merly Makmur bersama dengan anggota mengikuti kegiatan istighosal dan pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh DWP Kemenag RI Via zoom meeting diruang rapat Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung, Kamis (8/8/24).
Pengajian rutin bulanan ini mengusung tema “Relasi Syariat dan Hakikat”, dengan menghadirkan narasumber Dr. KH Akhmad Shodiq, MA. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 WIB ini bertujuan mempererat ukhuwah dan meningkatkan pemahaman agama para anggota DWP di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag RI, Hilda Ainisya Ramdhani, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Penasehat DWP Kemenag RI, Ny. Eny Yaqut, serta seluruh pengurus DWP Kementerian Agama di seluruh Indonesia. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Ibu Penasehat dan semua pengurus yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga acara ini bisa memberikan manfaat besar bagi kita semua," ujar Hilda.
Ny. Eny Yaqut, selaku Penasehat DWP Kemenag RI, juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir, baik secara langsung maupun daring. Beliau berharap acara ini dapat memperkuat hubungan spiritual dan meningkatkan sinergi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.
Tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH Akhmad Shodiq, MA, membahas tentang pentingnya memahami relasi antara syari'at dan hakikat dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menjelaskan bahwa syari'at adalah aturan-aturan lahiriah yang mengatur perilaku manusia agar sesuai dengan ajaran Islam, sementara hakikat adalah esensi batiniah yang menjadi tujuan dari pelaksanaan syari'at tersebut.
"Syar'iat ibarat jalan yang mengantarkan kita kepada hakikat, yakni kedekatan dengan Allah SWT. Tidak ada syari'at tanpa hakikat, dan hakikat hanya bisa dicapai melalui syari'at. Keduanya harus berjalan seiring dan saling melengkapi," paparnya
Beliau juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengamalkan syari'at dan hakikat, agar tidak terjebak pada formalitas semata tanpa memahami makna yang lebih dalam. Tausiyah ini mengajak seluruh peserta untuk lebih mendalami aspek-aspek spiritual dalam beribadah dan menjalani kehidupan sehari-hari. (uji)
Editor : Fadilah
