Lampung (Humas) --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung, Bahruddin, menegaskan bahwa pemuda lintas agama memiliki peran strategis sebagai pelopor dan penjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal tersebut disampaikan Bahruddin saat memberikan materi dalam Simposium Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang digelar di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung, Kamis (18/12/2025).
Menurut Bahruddin, kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting bagi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengutip prinsip etika global yang menegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian antarbangsa tanpa perdamaian antarumat beragama, dan perdamaian itu hanya dapat diwujudkan melalui dialog yang dilandasi nilai-nilai etika bersama.
“Pemuda lintas agama harus menjadi mediator, motivator, dan dinamisator dalam memelihara serta memberdayakan umat beragama,” kata Bahruddin.
Ia menjelaskan, FKUB dibentuk untuk membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama demi terwujudnya kerukunan dan kesejahteraan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.
Bahruddin menyebutkan, terdapat tiga faktor dominan dalam menjaga kerukunan umat beragama, yakni modal spiritual masyarakat yang religius, modal sosial berupa budaya dan peradaban yang menjunjung nilai kebersamaan, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam konteks pemberdayaan, FKUB memiliki tugas pokok melakukan dialog antarumat beragama, menampung dan menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah, serta menyosialisasikan regulasi terkait kerukunan. Khusus di tingkat kabupaten/kota, FKUB juga berwenang memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah.
Lebih lanjut, Bahruddin menekankan pentingnya penguatan pemuda lintas agama sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga harmoni sosial. Menurut dia, keterlibatan pemuda akan mendorong tumbuhnya kehidupan rohani yang sehat, karakter yang beradab, serta semangat kerja sama lintas iman dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Pemberdayaan pemuda lintas agama bukan hanya soal kerukunan, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter dan berdaya guna bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui simposium tersebut, Bahruddin berharap terbangun sinergi antara FKUB, pemerintah, dan pemuda lintas agama dalam menciptakan kehidupan beragama yang moderat, peduli, dan harmonis di Provinsi Lampung.(Anggithya/Kevin/Aditya)