Way Kanan, KUA Blambangan Umpu (Humas) - - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Way Kanan, K.H. Ipul Saefullah, memimpin langsung kegiatan praktek manasik ibadah haji yang diikuti oleh 104 calon jamaah haji tahun 1446 H / 2025 M. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Blambangan Umpu, pada Kamis, 17 April 2025.
Dalam
kesempatan tersebut, K.H. Ipul Saefullah yang bertindak sebagai narasumber
menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan serangkaian ritual yang memiliki makna
mendalam dalam ajaran Islam. Beliau memaparkan urutan pelaksanaan ibadah haji
sebagai berikut:
- Ihram:
Tahap awal dalam pelaksanaan ibadah haji.
- Wukuf
di Arafah: Puncak ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
- Mabit
di Muzdalifah: Setelah wukuf, jamaah bermalam di Muzdalifah sambil
mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jamrah.
- Melontar
Jamrah Aqabah: Dilakukan pada 10 Dzulhijjah dengan melempar tujuh batu
kerikil sebagai simbol menolak godaan setan.
- Tahalul
Awal: Jamaah mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda awal
tahalul.
- Mabit
di Mina: Jamaah bermalam di Mina dan melontar ketiga jamrah setiap
harinya.
- Tawaf
Ifadhah: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali pada 10 Dzulhijjah
setelah melontar jamrah dan tahalul awal.
- Tahallul
Tsani: Tahap kedua tahalul setelah melontar Jamrah Aqabah.
- Sa’i:
Berjalan cepat antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, setelah
tawaf ifadhah.
- Tawaf Wada: Tawaf perpisahan sebagai tanda salam terakhir kepada Baitullah.
Dalam
pesannya, K.H. Ipul Saefullah menekankan pentingnya keikutsertaan dalam praktek
manasik sebagai bekal penting sebelum keberangkatan ke tanah suci. Ia
mengingatkan agar para jamaah tidak menganggap manasik sebagai formalitas
semata, tetapi sebagai sarana pemahaman dan persiapan yang utuh.
“Saya
berharap para jamaah tidak hanya sekadar mengikuti manasik sebagai formalitas
kewajiban yang dianjurkan saja, tetapi benar-benar mengikuti semua rangkaian
kegiatannya sebagai gambaran untuk bekal di tanah suci Mekah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk mengukur kesiapan fisik jamaah dalam menghadapi rangkaian ibadah haji nantinya. Dengan latihan yang baik, diharapkan para jamaah bisa menjalankan ibadah dengan tertib, benar, dan penuh kekhusyukan. (Ayni)
Editor : Fadilah
