Way Kanan, KUA Gunung Labuhan(Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Labuhan melalui para penyuluh agama Islam mulai menggandeng sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah setempat untuk mengimplementasikan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan membina karakter dan pemahaman keagamaan remaja di lingkungan pendidikan. Selasa, 07/04/2026
Tim penyuluh agama Islam KUA Gunung Labuhan
melakukan koordinasi awal dengan sejumlah sekolah, salah satunya SMK Negeri 1
Gunung Labuhan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mekanisme pelaksanaan BRUS
yang akan menyasar siswa-siswi dengan materi seperti manajemen diri, bahaya
pergaulan bebas, pemahaman moderasi beragama, serta persiapan menuju kehidupan
berkeluarga yang sehat.
Program BRUS sendiri dirancang oleh Direktorat
Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI sebagai upaya preventif untuk membekali
remaja dengan nilai-nilai agama dan kecakapan hidup.
Koordinator Penyuluh (Korcam) Penyuluh Agama
Islam KUA Gunung Labuhan, Khaeirul Huda ABM, menyampaikan bahwa pihaknya
menyambut baik program ini dan akan menggerakkan seluruh penyuluh untuk masuk
ke sekolah-sekolah.
"Kami melihat remaja usia sekolah saat ini
sangat membutuhkan pendampingan yang terstruktur. Program BRUS dari pusat ini
adalah jawaban atas tantangan tersebut. Kami di KUA Gunung Labuhan akan segera
menyusun jadwal pelaksanaan, menyiapkan materi yang sesuai dengan kondisi
lokal, dan berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah. Target kami, seluruh
SMA dan SMK di Gunung Labuhan bisa mengikuti program ini secara bergilir,"
ujar Khaeirul Huda.
Kepala SMK Negeri 1 Gunung Labuhan, Suhartini,
memberikan respons positif dan antusias terhadap inisiatif KUA tersebut.
"Kami sangat mendukung program BRUS ini.
Selama ini, kami merasa perlu adanya bimbingan keagamaan yang lebih intensif
bagi siswa-siswi, terutama menjelang mereka lulus dan memasuki dunia kerja atau
perkuliahan. Dengan hadirnya penyuluh agama dari KUA, kami optimis siswa kami
akan lebih siap menghadapi tantangan remaja. Kami siap memfasilitasi ruang dan
waktu untuk kegiatan ini," ungkap Suhartini.
Ia berharap program BRUS dapat berjalan
berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi kegiatan
rutin yang berdampak nyata pada perilaku dan akhlak peserta didik. (Humas)
Penulis :
Editor : Anggithya
