Way Kanan, KUA Kasui (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kasui kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam membina ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Kali ini, warga dari Kampung Tanjung Kurung mendatangi kantor setempat guna melakukan konsultasi terkait penjatuhan talak dan kemungkinan rujuk. Selasa, 9 September 2025.
Konsultasi dilakukan secara tertutup
dengan suasana yang hangat dan humanis. Dalam Konsultasi, selain menggali akar
permasalahan rumah tangga yang dihadapi oleh pasangan tersebut. Kepala KUA
menegaskan bahwa sebelum proses talak dilakukan, KUA berkewajiban memberikan
pendampingan, bimbingan, dan edukasi secara utuh agar keputusan yang diambil
tidak berdasarkan emosi sesaat.
“Perceraian adalah perkara halal
namun paling dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap pasangan yang
berada di ambang perceraian kami arahkan untuk menempuh jalan dialog,
introspeksi, dan mencari solusi terlebih dahulu,” ujar Nurhasan dalam keterangannya.
“Kita tidak serta-merta menerima
pengajuan talak begitu saja. Ada proses konsultasi, bimbingan, dan upaya damai
yang harus ditempuh terlebih dahulu. Jika masih memungkinkan untuk rujuk, maka
itu yang kita upayakan bersama,” tambahnya.
Selama konsultasi, pihak KUA juga
menyampaikan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam rumah tangga serta
menjelaskan prosedur hukum yang harus ditempuh jika talak benar-benar tidak
dapat dihindari.
Langkah preventif ini dilakukan
untuk meminimalkan angka perceraian di wilayah kecamatan Kasui. KUA Kasui terus
mendorong pentingnya pendidikan pranikah dan pascamenikah sebagai solusi jangka
panjang untuk menjaga keutuhan keluarga.
“Kami berharap pasangan suami istri
tidak menjadikan perceraian sebagai solusi utama. Rumah tangga adalah ladang
kesabaran dan pengorbanan. Jika rujuk masih terbuka, maka itu lebih baik bagi
keduanya dan anak-anak mereka,” pungkas Nurhasan.
Kegiatan konsultasi ini menjadi contoh nyata komitmen KUA dalam menjalankan fungsi pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, sosial, dan psikologis masyarakat. (ImamaOksi/Dhany)
Editor : Fadilah
