Way Kanan, KUA Pakuan Ratu, (Humas) - - terus aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang hangat dan bersahaja. Dalam sebuah kegiatan silaturahmi yang digelar baru-baru ini, Kepala KUA Pakuan Ratu, Eko Wahyudi, bersama salah satu penyuluh agama, Miftalif Albar, hadir langsung dalam forum dialog keagamaan yang dilaksanakan baik di balai pertemuan maupun di tengah alam terbuka. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pikiran sekaligus bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kehadiran
Kepala KUA bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat
menunjukkan adanya semangat kolaboratif dalam membangun kehidupan
sosial-keagamaan yang harmonis. Masyarakat menyambut hangat forum ini sebagai
ajang menyampaikan harapan, masukan, dan persoalan-persoalan yang dihadapi
dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Dalam
kesempatan tersebut, penyuluh agama turut memberikan penguatan wawasan
keislaman dan menyampaikan program-program pembinaan dari Kementerian Agama,
seperti bimbingan pernikahan, keluarga sakinah, dan peran masjid dalam
pembangunan moral umat. Forum ini juga mempererat ikatan emosional antara
aparatur KUA dan masyarakat yang dilayani.
Yang
menarik, sebagian sesi dilaksanakan di bawah rindangnya pepohonan—sebuah
pendekatan natural yang menciptakan suasana santai namun produktif. Dialog
tetap berjalan hangat dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen KUA untuk
hadir secara langsung dan terbuka di tengah-tengah masyarakat.
“Kami
ingin memastikan bahwa KUA bukan hanya hadir dalam urusan administrasi, tetapi
juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Melalui
pertemuan seperti ini, kami bisa lebih memahami kondisi riil di lapangan dan
merancang pelayanan yang lebih tepat sasaran,” ujar Eko Wahyudi, Kepala
KUA Pakuan Ratu.
Senada dengan itu, penyuluh agama Miftalif Albar menambahkan, “Kami selalu berupaya menjadi jembatan antara program Kementerian Agama dengan kebutuhan umat di lapangan. Bertemu langsung seperti ini sangat membantu kami dalam menyampaikan pesan dakwah sekaligus mendengar langsung dinamika yang terjadi di tengah masyarakat,” tutupnya. (Bukhori)
