Search

KUA Seputih Raman Ingatkan Pernikahan Bukan Hanya Tentang Hari Bahagia, Tapi Masa Depan

kua-seputih-raman-ingatkan-pernikahan-bukan-hanya-tentang-hari-bahagia-tapi-masa-depan
Fotografer: Ria

Seputih Raman, KUA (Humas)-- Upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mempersiapkan generasi rumah tangga yang harmonis terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seputih Raman melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) tersebut diikuti sebanyak 17 pasang calon pengantin

Bimbingan perkawinan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Berbagai materi penting disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai bekal bagi para calon pengantin dalam menghadapi kehidupan rumah tangga di tengah dinamika kehidupan modern saat ini.

Materi pertama disampaikan oleh penyuluh agama, Mujianto, mengenai persiapan psikologi pernikahan dan dinamika keluarga. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi dan materi, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan kemampuan pasangan dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

"Pernikahan membutuhkan kedewasaan berpikir, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan untuk saling memahami. Rumah tangga yang harmonis lahir dari pasangan yang mampu menghadapi perbedaan dan dinamika keluarga dengan bijaksana," ujarnya.

Selanjutnya, Ahmad Komarudin menyampaikan materi tentang pentingnya mempersiapkan keluarga sakinah yang dibangun di atas fondasi nilai-nilai agama, kasih sayang, tanggung jawab, serta saling menghormati antar pasangan.

Ia mengajak para calon pengantin untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat tumbuhnya ketenangan, cinta, dan kebersamaan yang dilandasi keimanan dan akhlak yang baik.

Materi berikutnya disampaikan oleh M. Nur Arifin mengenai pemenuhan kebutuhan keluarga. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam membangun kehidupan ekonomi keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

"Rumah tangga yang kuat dibangun dengan komunikasi yang baik dan kerja sama dalam memenuhi kebutuhan keluarga, baik kebutuhan ekonomi, pendidikan anak, maupun kehidupan sosial," jelasnya.

Sementara itu, Gusdani memberikan materi terkait akad nikah dan talak. Ia menjelaskan tata cara pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam serta pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga agar tidak mudah terjerumus pada konflik dan perceraian.

Selain itu, perwakilan dari BKKBN turut memberikan materi tentang mempersiapkan keluarga sehat dan bahagia. Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga kesehatan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta membangun pola hidup sehat demi menciptakan keluarga yang berkualitas.

Melalui kegiatan bimbingan perkawinan ini, KUA Kecamatan Seputih Raman berharap para calon pengantin mampu membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus menjadi pondasi lahirnya generasi yang sehat, berakhlak, dan berkualitas di masa mendatang.


Editor: Aziz
Copyright : Datin Kanwil