Pringsewu – Saat menjadi pembina upacara Pengibaran bendera merah putih di lapangan MAN Pringsewu pada Senin, 29 September 2025, Pembina Upacara Partijah menekankan pentingnya pemahaman serta penerapan nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan bahwa nilai bukan hanya menjadi pedoman perilaku, tetapi juga identitas diri setiap individu.
“Nilai itu menjadi identitas kalian. Kalau nilai yang kalian pegang baik, maka tindakan kalian juga akan baik. Tetapi jika nilai dibawa pada kesalahan, maka akan muncul kebohongan dan perilaku yang tidak disiplin,” tegasnya di hadapan seluruh peserta didik.
Dalam amanatnya, Partijah menegaskan bahwa nilai bukan sekadar teori, melainkan gambaran identitas seseorang. Ia mengibaratkan manusia seperti botol bening yang dapat diisi dengan air berbeda-beda.
“Kalau diisi air biasa maka terlihat sederhana, kalau diisi madu maka akan bermanfaat, dan kalau diisi minyak wangi maka akan harum. Begitu juga manusia, kualitas diri kalian ditentukan oleh nilai apa yang kalian pegang,” jelasnya.
Partijah menjelaskan bahwa nilai hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari nilai kesopanan, kebenaran, estetika, hingga moral. Nilai tersebut, menurutnya, berfungsi sebagai landasan berperilaku sekaligus pembentuk karakter peserta didik.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa norma hadir sebagai aturan yang memastikan perilaku tetap sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat.
Norma kesopanan, norma hukum, dan norma agama disebut sebagai contoh yang harus dipatuhi oleh siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bermoral, dan bertanggung jawab.
Partijah berharap siswa MAN 1 Pringsewu tidak hanya memandang nilai dan norma sebatas teori pelajaran sosiologi, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Vika Dwi Aprilia)