Way Kanan, KUA Negeri Besar (Humas), — Dalam
rangka mendukung penguatan basis data keagamaan, Penyuluh Agama Islam Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Negeri Besar melaksanakan kegiatan penghimpunan
data keagamaan di wilayah binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya
tertib administrasi dan peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada
masyarakat, Rabu (23/7/25)
Data yang dihimpun meliputi berbagai aspek, seperti jumlah tempat ibadah (masjid dan musala), guru ngaji, majelis taklim, pondok pesantren, lembaga keagamaan, hingga tokoh agama di lingkungan masyarakat. Proses penghimpunan dilakukan secara langsung melalui kunjungan lapangan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Negeri Besar, yang telah menyelesaikan proses penghimpunan lapangan, saat ini tengah melakukan tahap akhir berupa perapihan dan input data ke dalam perangkat laptop untuk selanjutnya disusun dalam format pelaporan yang sistematis.
“Kami telah menghimpun seluruh data dari wilayah binaan, dan kini sedang merapihkan dan memformatnya secara digital. Data ini akan menjadi landasan dalam merancang program kerja dan laporan berkala kepada atasan,” ujar Febrina salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Negeri Besar.
Plt. Kepala KUA Kecamatan Negeri Besar, Ali Mustofa mengapresiasi kerja para penyuluh yang telah berperan aktif dalam mendata kondisi keagamaan di masyarakat. Ia menegaskan bahwa data yang valid dan mutakhir sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan dan pelayanan publik.
“Data yang kuat akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Kami berharap data ini tidak hanya menjadi laporan, tetapi menjadi alat bantu dalam menyusun program pembinaan keagamaan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Penghimpunan dan digitalisasi data keagamaan ini juga selaras dengan semangat transformasi digital layanan Kementerian Agama yang mengedepankan tata kelola data yang akurat, akuntabel, dan mudah diakses.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penyuluh agama Islam, KUA, dan masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, informatif, dan berbasis data. (Tomy/Asep).
Editor : Fadilah
