Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengajak warga Kementerian Agama, khususnya yang berada dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung untuk mensyukuri anugerah Tuhan berupa hamparan lingkungan alam yang sangat Indah. Hal tersebut disampaikan pada Pembukaan Kemah Kerukunan Penyuluh Agama Lintas Agama (Mahan Pelita) di Bumi Wira Garden Bandar Lampung. Tampak hadir Plt. Kepala Kanwil Kemenag Prov Lampung H. Erwinto, M.Kom.I, Asisten Gubernur Bidang Kesra, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie, Kabag TU, para Kabid, para Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan lebih dari seribu penyuluh agama se Provinsi Lampung.
Pada kesempatan itu, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Mahan Pelita ini dapat menjadi contoh bagi Provinsi lain untuk mengadakan kegiatan serupa.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini dan mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi Provinsi lain untuk mengadakan kegiatan yang seperti ini. Terlebih tempatnya ya, sangat bagus. Kita semua dikelilingi oleh pepohonan yang sangat bagus, airnya yang mengalir jernih, cuacanya pun sangat bersahabat. Inilah lukisan Tuhan untuk kita. Luar biasa Lampung," ujarnya.
Nasaruddin Umar juga menyampaikan pentingnya bagi warga Kementerian Agama, khususnya para penyuluh agama untuk memahami dan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan gagasan tentang Trilogi Kerukunan jilid 2 yang digagas oleh Menteri Agama.
"Selama ini kita sudah sangat familiar dengan trilogi kerukunan jilid 1. Dan itu menurut saya sudah tuntas. Maka sudah saatnya kita bergeser ke Trilogi Kerukunan jilid 2 yang berisi tentang Kerukunan Kemanusiaan, Ekoteologi dan Kurikulum Cinta," tambahnya.
Pada saat yang sama, Plt. Kepala Kankemenag Kab. Lampung Barat Miftahus Surur juga menyampaikan apresiasinya dapat menghadiri kegiatan tersebut. Ia juga berharap agar pesan-pesan Menteri Agama dapat dilaksanakan secara optimal, khususnya bagi warga Kankemenag Lampung Barat.
"Gagasan yang disampaikan oleh Menteri Agama harus kita laksanakan karena secara substantif memang sangat bagus dan kontekstual dengan kebutuhan zaman saat ini," ujarnya saat mendampingi 39 penyuluh agama dari Lampung Barat.
Pada akhirnya, Miftahus Surur berpesan agar para penyuluh agama mampu menjadikan ajang tersebut sebagai ruang untuk saling asih dan berbagi pengalaman antar penyuluh lintas agama sehingga terjalin kedalaman intensitas dan juga kesadaran penuh bahwa mereka semua adalah insan Kementerian Agama yang memiliki kewajiban untuk menjaga keindonesiaan melalui penyebarluasan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat.
Kemah Kerukunan Penyuluh Lintas Agama sendiri akan berlangsung selama dua hari, yaitu 12-13 September 2025 dan akan ditutup oleh Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung. (Surur/Boy/MelaBasyar)