Lampung (Humas) --- Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain mendampingi Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, melepas kontingen Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Lampung menuju Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan ini, Yanyan Ruchyansyah membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, pendamping, dan keluarga yang telah mendukung persiapan kontingen hingga siap berlaga di tingkat nasional.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Pesparawi Nasional bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan membawa amanah dan harapan masyarakat Lampung untuk menunjukkan karakter daerah yang ramah, terbuka, serta menjunjung tinggi kebersamaan.
“Saudara-saudara berangkat membawa nama baik Provinsi Lampung. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga etika, bangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah, dan jadilah teladan dalam kehidupan yang rukun serta menghargai perbedaan,” pesannya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat menjadikan momentum Pesparawi sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, dan mempererat persaudaraan antarumat dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa Kementerian Agama Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Kontingen Pesparawi Lampung, baik dari sisi pembinaan maupun dukungan anggaran.
Menurutnya, Kanwil Kemenag Lampung berkomitmen mengalokasikan dukungan yang dimiliki secara maksimal untuk mendukung kebutuhan keberangkatan dan pelaksanaan kontingen Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
“Kanwil Kemenag Lampung mendukung penuh persiapan dan keberangkatan Kontingen Pesparawi. Seluruh dukungan yang kami miliki kami arahkan untuk kepentingan Pesparawi,” ujar Zulkarnain.

Zulkarnain menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan umat dan pengembangan potensi seni budaya keagamaan di Provinsi Lampung. Mengutip Yohanes 15:13, ia menyampaikan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada memberikan yang terbaik bagi sesama.
“Saya mungkin tidak bisa memberikan segalanya, tetapi saya memiliki kewenangan untuk mengalokasikan dukungan yang kami miliki demi kepentingan umat. Itulah yang kami lakukan untuk mendukung keberangkatan kontingen ini,” katanya.
Lebih lanjut, Zulkarnain menjelaskan bahwa Pesparawi tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan persaudaraan.
“Pesparawi bukan semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan. Lebih dari itu, Pesparawi merupakan perwujudan iman Kristiani, perayaan pujian kepada Tuhan, sekaligus implementasi nyata moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberagaman latar belakang peserta, baik suku, budaya maupun denominasi gereja, merupakan kekayaan yang harus dirawat dan disatukan dalam semangat harmoni.
“Sebagaimana sebuah orkestra yang terdiri dari berbagai alat musik dengan karakter berbeda, keharmonisan akan tercipta ketika setiap unsur saling menghargai dan memahami perannya. Demikian pula dalam kehidupan beragama, perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan,” katanya.
Zulkarnain juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan ajang Pesparawi sebagai kesempatan mempererat persaudaraan dan memuliakan Tuhan, bukan semata-mata mengejar prestasi.
“Yang kita cari bukan hanya kemenangan, tetapi kebersamaan, persaudaraan, dan berkat Tuhan. Perlombaan ini dilakukan untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mencari pujian manusia,” pesannya.
Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Provinsi Lampung, Pdt. Indra Rimbawan, melaporkan bahwa Pesparawi Nasional XIV akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 19–28 Juni 2026 dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia.
Ia menjelaskan, Lampung semula menargetkan mengikuti 12 kategori lomba. Namun karena keterbatasan anggaran dan tingginya biaya transportasi menuju Papua Barat, kontingen Lampung akhirnya mengikuti enam kategori lomba dengan total 70 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, pendamping, dan ofisial.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Lampung agar seluruh rangkaian perjalanan, pelaksanaan lomba, hingga kepulangan kontingen dapat berjalan dengan baik dan penuh penyertaan Tuhan,” ujar Indra.
Sementara itu, Ketua LPPD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, seluruh pimpinan aras gereja, panitia, serta para sponsor dan donatur yang telah mendukung keberangkatan kontingen.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap, karakter, dan nama baik daerah selama mengikuti Pesparawi Nasional.
“Skill dan pengetahuan memang penting, tetapi karakter adalah hal yang akan menjaga dan mempertahankan keberhasilan. Karena itu, bawalah nama baik Lampung dengan penuh tanggung jawab. Prestasi adalah bonus, tetapi yang utama adalah memberikan kesaksian yang baik dan memuliakan Tuhan,” pesannya.
Tampak hadir Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung Yan Maradonna, unsur Forum Komunikasi Umat Kristiani, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Lampung, para pimpinan aras gereja, pembina, pelatih, serta seluruh peserta dan offisial kontingen. (Humas)