Pringsewu, Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari mengatakan bahwa hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) suatu madrasah atau sekolah bisa dijadikan sebagai tolok ukur kualitas pendidikan yang telah diselenggarakannya.
Menurutnya, tidak ada rumus baku berapa ideal jumlah siswa yang harus diterima dari sekolah atau madrasah tertentu. Standar yang sering digunakan yaitu dengan membandingkannya dengan capaian madrasah atau sekolah lainnya.
"Jumlah terkadang kurang mendapat perhatian utama, yang penting jumlah siswa yang diterima di SNBP lebih tinggi dari madrasah atau sekolah lainnya," ungkapnya, Sabtu (30/4/2024).
Dalam hal ini, fastabiqul khairat atau berlomba-berlomba dalam kebaikan menurutnya adalah hal baik. Membandingkan dengan capaian madrasah atau sekolah lain terkadang bisa melecut diri untuk lebih baik lagi untuk ke depannya.
Lalu apa istimewanya jalur SNBP sehingga mampu menjadi ajang fastabiqul khairat?. Pertama, jelasnya adalah free biaya dan kedua, madrasah terlibat dalam proses pendaftaran.
Ia pun mengungkapkan ada dua kata kunci agar bisa lolos SNBP yakni nilai rapor dan prestasi di kejuaraan atau perlombaan.
"Nilai rapor merupakan hasil penilaian guru atas capaian penguasaan kompetensi siswa yang diajarnya. Subjektivitas nilai rapor yang diperoleh siswa antar sekolah atau madrasah sangatlah tinggi," ungkapnya.
Untuk menyikapinya, PTN menggunakan ukuran Indeks sekolah yang nilainya salah satunya diperoleh dari nilai IP dari siswa yang berasal dari sekolah tersebut.
Selain itu, prestasi hasil perlombaan atau kejuaraan yang diperoleh seorang siswa di tingkat kabupaten, provinsi atau nasional lebih di akui oleh PTN. Hal tersebut dikarenakan penilaian atau penjuriannya dilakukan oleh pihak di luar sekolah tempat siswa menempuh pendidikannya.
"Seorang siswa yang peringkat eligible di atas terus di tambah dengan dukungan sertifikat kejuaraan yang diikuti nya maka peluang untuk lolos dijalur SNBP sangat lah tinggi," katanya.
Mendampingi siswa eligible dalam memilih PTN dan prodi merupakan pekerjaan tak mudah dengan terkadang muncul sedikit bersitegang adu pendapat. Tujuan utamanya sama yaitu bisa diterima di PTN.
"Silang pendapat lebih disebabkan pada perbedaan dalam melihat dan menafsirkan angka-angka yang tertulis di nilai rapor dikorelasikan dengan PTN dan prodinya," ungkapnya.
Di satu sisi, sekolah butuh kuantitas hasil SNBP untuk membranding sebagai sekolah yang unggul. Di sisi lain siswa atau orang tuanya mempunyai keinginan dan harapan bisa menembus PTN favorit.
"Di luar pemikiran terkadang ada juga kejutan siswa yang tidak terlalu dijagokan malah bisa lolos. Sebaliknya siswa yang digadang-gadang bisa lolos karena secara hitungan matematis memenuhi kriteria semua ternyata masih harus bersabar," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, ia pun mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian MAN 1 Pringsewu sampai saat ini yang mampu menghantarkan peserta didiknya lulus SNBP. Hal ini merupakan pondasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pada tahun-tahun yang akan datang.
"Terima kasih buat BK and Tim Study Lanjut, Tim Validasi, Tim Komputasi juga Wakakur yang mengarahkan seluruh guru untuk mendukung kesuksesan SNBP dan SNBT," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
lika-liku-dan-kejutan-snbp-menurut-kepala-man-1-pringsewu
Fotografer:
Humas Kanwil
Editor:
Humas Kanwil
Copyright :
Datin Kanwil
