Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Dalam rangka menyongsong arus mudik Idul Fitri 1447 H, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur mulai mematangkan kesiapan sarana ibadah. Selasa, 17 Maret 2026.
Plt. Kasi Bimas Islam, Hj. Linda Susilawati, bersama jajaran Kepala KUA, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (Ipari), dan para Penyuluh Agama Islam melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman. Selasa, 10 Maret 2026.
Kepala Kankemenag Lambar, Miftahus Surur, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama RI. Program bertajuk Masjid Ramah Pemudik (MRP) ini dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 29 Maret 2026.
"Fokus utamanya adalah transformasi rumah ibadah menjadi titik singgah yang memberikan pelayanan maksimal dan bersahabat bagi siapa pun yang melintas di wilayah Lampung Barat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Surur menekankan bahwa semangat Masjid Ramah Pemudik ini mengusung nilai inklusivitas yang tinggi. Pelayanan yang diberikan di titik-titik singgah tersebut tidak hanya ditujukan bagi umat Islam saja, melainkan terbuka bagi umat agama lain.
"Hal ini bertujuan agar seluruh pemudik, tanpa memandang latar belakang keyakinan, dapat bersama-sama menikmati fasilitas istirahat yang layak dan merasa terlayani dengan baik," imbuhnya.
Secara teknis, Kemenag Lambar menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk memastikan masjid-masjid di jalur utama tetap terbuka selama 24 jam penuh. Kebijakan ini diambil agar para pemudik yang menempuh perjalanan jauh di malam hari tetap memiliki akses untuk beribadah maupun sekadar melepas lelah.
"Tidak boleh ada masjid yang dikunci, selain itu untuk memudahkan identifikasi bagi para pengguna jalan, para Takmir Masjid didorong untuk segera memasang banner resmi berlogo Kementerian Agama di area strategis," tegasnya.
Keberadaan atribut ini berfungsi sebagai penanda bahwa masjid tersebut merupakan bagian dari MRP yang siap memberikan pelayanan standar sesuai instruksi. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi pemudik yang ingin singgah.
"Selain aspek fasilitas fisik, faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian serius. Saya menghimbau para pengurus masjid untuk proaktif menjaga lingkungan sekitar agar bersih dari praktik pungutan liar," tutupnya. (Humas)
Penulis : Boy
Editor : Anggithya
