Search

Madrasah Pintar Berhitung dengan Diseminasi Metode Gasing di MAN 1 Pringsewu

madrasah-pintar-berhitung-dengan-diseminasi-metode-gasing-di-man-1-pringsewu
Fotografer: Humas Kanwil

Pringsewu, MAN 1 Pringsewu menyelenggarakan acara diseminasi bertema “Madrasah Pintar Berhitung” pada Jumat (11/10/2024), dengan menggunakan metode Gasing. Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari mulai 10-13 Oktober 2024 ini menghadirkan Erman Siswadi Guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Kurikulum MAN 1 Pringsewu.

Dalam paparannya Erman Siswadi menjelaskan bahwa metode Gasing (Gampang Asyik dan Menyenangkan) merupakan cara baru untuk memudahkan siswa memahami konsep-konsep matematika.

“Metode ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan efektif, sehingga siswa lebih antusias dalam belajar matematika,” ujar Erman pada acara yang diikuti oleh guru-guru Matematika dari Madrasah Aliyah (MA) se-Pringsewu

Metode Gasing adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan interaktif. Istilah "gasing" sendiri diambil dari permainan tradisional yang menggambarkan dinamika dan kelincahan, mencerminkan tujuan metode ini dalam membuat pembelajaran lebih aktif dan atraktif.

"Metode Gasing merupakan teknik pembelajaran yang memfokuskan pada cara mengajarkan konsep-konsep kompleks dengan pendekatan sederhana dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran matematika, metode ini bertujuan untuk menghilangkan kesan sulit yang sering melekat pada mata pelajaran tersebut, sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi," katanya

Metode ini biasanya diterapkan melalui beberapa langkah yang mendorong partisipasi aktif siswa. Pertama, Penyederhanaan Konsep. Konsep yang kompleks dalam matematika dipilah dan disederhanakan menggunakan analogi, gambar, atau permainan. Misalnya, untuk menjelaskan pecahan, siswa bisa diajak menggunakan potongan kue atau benda yang dibagi-bagi.
  
Kedua, Permainan Interaktif. Dalam pembelajaran, siswa dilibatkan dalam permainan atau aktivitas yang relevan dengan materi. Permainan tersebut dirancang agar siswa dapat memahami konsep secara praktis. Contohnya, dengan menggunakan permainan seperti "putaran" atau "kejar target" untuk memecahkan soal matematika dalam waktu tertentu.
  
Ketiga, Diskusi Kelompok. Siswa diajak berdiskusi dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah matematika, dengan metode ini siswa dapat saling bertukar ide dan memahami berbagai pendekatan dalam memecahkan soal.
  
Keempat, Evaluasi Menyenangkan. Alih-alih menggunakan tes yang kaku, metode ini menggabungkan evaluasi melalui kuis-kuis interaktif atau kompetisi kecil antar siswa, yang memberikan nuansa kompetitif yang sehat dan merangsang semangat belajar.

Kelima, Umpan Balik Aktif. Guru memberikan umpan balik secara langsung dan positif pada siswa, menyoroti setiap kemajuan kecil dan mendorong siswa yang masih mengalami kesulitan. Ini membuat siswa merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam belajar.

"Metode Gasing diterapkan dengan contoh soal-soal matematika sederhana yang dipecahkan secara interaktif melalui permainan. Guru-guru yang hadir juga diajarkan bagaimana mengemas materi pembelajaran agar lebih menarik menggunakan alat bantu sederhana seperti kartu angka, diagram, atau bahkan benda sehari-hari," katanya.

Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar hasil bimbingan teknis (bimtek) mengenai metode Gasing ini bisa disebarluaskan oleh para peserta kepada guru-guru dan siswa di madrasah masing-masing.

"Kami berharap, ilmu yang diperoleh dari acara diseminasi ini dapat ditularkan ke rekan-rekan guru lain, khususnya dalam mengajarkan konsep dasar seperti penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian dengan cara yang gampang, asyik, dan menyenangkan," ujar Fathul Bari.

Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran yang inovatif untuk membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam belajar, terutama pada mata pelajaran yang sering dianggap sulit seperti matematika. "Metode ini harus menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dalam mengajar, agar matematika tidak lagi menjadi momok, tetapi justru menjadi pelajaran yang dinanti-nantikan siswa," tambahnya.


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil