Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar
Lampung Makmur, menghadiri dan menyampaikan materi : “Modrasi Beragama”,
pada Kegiatan Penguatan Karakter Siswa (KPKS) Madrasah Aliyah MAN I Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2023/2024. Di aula GSG Madrasah setempat. Rabu,
(12/06/24).
Kegiatan Penguatan Karakter Siswa (KPKS) Madrasah Aliyah MAN I Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2023/2024 ini, diikuti dari kelas X sebanyak 481 siswa-siswi, dan bersertifikasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur dalam
menyampaikan materi “Moderasi Beragama”, menekankan : Kampus Bintang itu, harus
memiliki karakter dan ciri-ciri.
“Ada tiga karakter ciri-ciri yang harus melekat pada diri para bintang.
Yang pertama, “Dzikir” : Ingat Kepada Alloh Subhanahu Wata’ala.
Artinya Keimanan kita harus tinggi dan berkualitas. Bagaimana kita dzikir
bagaimana kita ingat, kalau keimanan kita lemah atau tidak ada, maka tanamkan
keimanan kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa Maha Kuasa ini dengan mantap dan kuat
“Iman Amiq”, dan istiqomah.
Maka dengan “Dzikir” ini, dimanapun kita berada, akan berdampak kepada
ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. Siswa Madrasah harus tunjukkan pada
pengamalan-pengamalan ibadah sehari-hari, sebagai ciri karakter siswa Madrasah.
Dengan pendalaman pengamalan fiqih ibadahnya, Sholat, membaca dan hafalan Al
Qur’annya. Anak-anak yang hafal Alqur’an itu, umumnya pintar dan cerdas.
Yang Kedua, “Fikir” : Meningkatkan pemahaman, dengan mempelajari, mengkaji
dan memahami serta menguasai ilmu pengetahuan.
Maka dengan Dzikir Dawam (terus-menerus) Iman yang Mantap dan kuat,
kecerdasan ilmu yang tinggi, maka dengan secara otomatis anak-anak ku akan
menjadi bintang.
“Dalam bahasa Al Qur’an, orang-orang yang imannya mantap kuat dan kokoh serta
pemahaman ilmunya tinggi berkualitas, maka Alloh Subhanahu Wata’ala akan
mengangkat kederajat yang lebih tinggi”.
Yang Ketiga : Maka wujud dari dzikir, iman serta ilmu yang sudah ada ini,
harus di implementasikan dengan “Amal Sholeh”, perbuatan pekerjaan yang baik
dan bagus. Dengan demikian akan menjadi sinar dan menyinari orang lain,
sehingga menjadi bintang.
Dalam ‘Amal Sholeh” ini, yang harus menjadi cerminan adalah “Akhlaqul
Karimah”. Akhlaq kepada diri sendiri, Akhlak Kepada Alloh, dan Akhlak kepada
sesama.
Akhlaq kepada diri sendiri termasuk adab, menjaga ucapan, berpakaian,
gestur (mimik wajah) kita. Akhlak kepada sesama, menjaga adap kepada orang tua,
guru pendidik. Akhlak Kepada Alloh, kita tepati dan ta’at apa yang menjadi kuwajiban
yang menjadi hak Alloh. Disini akan terlihat karakter disiplin kita.
Selanjutnya Makmur menyampaikan, kuncinya orang sukses itu adalah
disiplin, menjaga waktu, mendahulukan yang menjadi prioritas.
Pada Materi Maderasi Beragama, ia menegaskan : Moderasi adalah “Jalan Tengah”
atau “Wasathiyah”, dengan prinsif keadilan, perimbangan, dan toleransi.
“Modrat itu, kita tidak ekstrim, kiri dan kanan, jadi berada
ditengah-tengah. Bukan Agamanya yang dimoderasi namun cara beragamanya “Moderasi
Beragama”. Dan bukan “Libral”.
Maka karakter moderasi itu akan ditunjukkan dengan sikap penuh “Toleransi”,
saling menghormati dan menghargai, dan yang tidak boleh dicampur aduk itu dalam
hal “Aqidah” keyakinan.
“Dalam Komitmen Kebangsaan : Ada 4 pilar Komitmen Kebangsaan. Pertama, Pancasila. Kedua, Bhineka Tunggal Ika. Ketiga, UUD 1945. Keempat, NKRI harga mati. Kemudian anti kekerasan. Dan Komitmen Kebangsaan ini harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka Cinta Tanah Air “Hubbul Wathon Minal Iman” ini harus terwujud, menghargai Budaya-budaya lokal. Tandasnya. (Mushollin).
Editor : Fadilah
