Bandar Lampung, MAN 1 (Humas). Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis
Komputer (ANBK) Tahun 2025 selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 4–5 Agustus
2025. Kegiatan ini berlangsung di laboratorium komputer MAN 1 Bandar Lampung
dan diikuti oleh peserta didik kelas XI yang telah ditentukan melalui sistem
sampling oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim,
menyatakan bahwa ANBK merupakan bagian penting dari upaya pemetaan mutu
pendidikan secara nasional. “ANBK bukan untuk menilai capaian individu siswa,
melainkan untuk melihat sejauh mana efektivitas pembelajaran dan iklim satuan
pendidikan. Karena itu, kami mempersiapkan pelaksanaannya secara optimal,” ujar
Lukman saat ditemui di sela-sela pemantauan pelaksanaan asesmen.
Sebanyak 45 peserta utama dan beberapa peserta
cadangan mengikuti asesmen yang mencakup empat komponen, yaitu Literasi
Membaca, dan Survei Karakter pada hari pertama dan Numerasi, serta Survey
Lingkungan pada hari kedua. Pelaksanaan dibagi dalam dua sesi setiap hari
guna memastikan kelancaran dan menghindari kendala teknis.
Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Ahmad
Gumrowi, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan ANBK, para siswa telah mengikuti
simulasi dan gladi bersih. “Dengan persiapan matang, alhamdulillah pelaksanaan
berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Selain peserta didik, survei lingkungan belajar
juga melibatkan guru dan kepala madrasah, yang pelaksanaannya dilakukan secara
daring pada waktu berbeda. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran
menyeluruh mengenai suasana belajar-mengajar di madrasah.
Pada sesi kedua, hadir Tim Monitoring dan Evaluasi
dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Kabid.
Penmad. Ahmad Rifai.
” Kerjakan dengan teliti dan bersungguh- sungguh,
karena ANBK ini akan menentukan grade madrasah kalian” pesan Rifai ditengah
kunjungannya.
Dengan pelaksanaan ANBK 2025 ini, MAN 1 Bandar Lampung berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan karakter peserta didik. (Humas)
