Bandarlampung, MAN 1 (Humas). MAN 1 Bandarlampung menerima
kunjungan dari perwakilan OMBUDSMAN Republik Indonesia Provinsi Lampung, pada
Jumat, 19 Juli 2024. Tim Ombudsman yang hadir ada 4 orang, yaitu : Muhammad Burhan dan Muhammad Bahrul Ulum,
Suciati Indah Sari sebagai Asisten Pemeriksa Laporan dan Agus Hermansyah
sebagai driver.
Ombudsman Republik Indonesia berfungsi mengawasi penyelenggaraan
pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Negara dan
Pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, termasuk yang diselenggarakan oleh
Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Hukum Milik Negara
serta Badan Swasta atau perorangan yang
diberikan tugas menyelenggarakan
pelayanan publik tertentu.
Tujuan kunjungan ini
adalah untuk melakukan koordinasi dan monitoring secara langsung pelaksanaan
PPDB madrasah Tahun Pelajaran 2024- 2025 di MAN 1 Bandar Lampung dan membuat
laporan tertulis yang dilengkapi dokumentasi berupa file foto/video kepada
Ketua Ombudsman Republik Indonesia
selambat- lambatnya 10 hari setelah pelaksanaan kegiatan.
Tim Ombudsman hadir di madrasah sekitar pukul 14.30 WIB,
disambut oleh segenap tim manajemen MAN 1 Bandarlampung. Selama kurang lebih
1,5 jam tim mengajukan sejumlah
pertanyaan yang langsung dijawab oleh Lukman Hakim, S.Pd. M.M. selaku kepala
madrasah dan Joko Dwi Surawu selaku Ketua Panitia PPDB beserta segenap tim manajeman yang lainnya. Madrasah
memberikan ke pihak Ombudsman 1 buku juknis dan 1 buku Laporan PPDBM 2024 MAN 1
Bandarlampung.
Di akhir investigasinya, Muhammad Burhan selaku ketua tim
Ombudsman memberikan apresiasi positif dan mengucapkan terimakasih kepada pihak
MAN 1 Bandarlampung yang telah melaksanakan PPDBM 2024 dengan baik, sesuai
dengan juknis PPDBM 2024 dari Kementeriaan Agama dan Juknis PPDBM MAN 1
Bandarlampung, semoga ke depan bisa lebih baik lagi.
Lukman Hakim, dipenghujung pertemuan ini juga mengajukan permohonan / usulan kepada pemerintah melalui Ombudsman agar MAN di kota Bandarlampung ini ke depan bisa ditambah 1 lagi, mengingat animo masyarakat kepada madasah ( sekolah keagamaan ) saat ini cukup tinggi, sementara MAN di Kota Bandarlampung ini hanya ada 2 (HrS/Aska69/AS/Yn).
Editor : Fadilah
