Lampung Barat, MAN 1 (HUMAS)— Civitas Akademika MAN 1 Lampung Barat menggelar Peringatan Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Aula
MAN 1 Lampung Barat. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna
dengan mengusung tema “Peran Ekoteologi dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi
Muhammad SAW”.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini diselenggarakan
sebagai bentuk refleksi atas perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tidak hanya
sebagai peristiwa mi’raj menuju langit, tetapi juga sebagai penguatan kesadaran
teologis bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan merawat
alam semesta. Tema tersebut menegaskan pentingnya memandang alam sebagai mitra
kehidupan, bukan sekadar objek eksploitasi.
Seluruh civitas akademika MAN 1 Lampung Barat turut hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswi, dilanjutkan dengan lantunan shalawat Nabi oleh grup hadrah madrasah, penampilan qosidah dari santri asrama Ulul Albab, serta doa yang dipimpin oleh Ustad Akhyar.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus pembina keagamaan, Yoga Saputra, S.Pd.I, menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga dengan memahami perjalanan Isra’ Mi’raj ini, kita semua dapat meraih
syafa’at Nabi Muhammad SAW serta menyadari bahwa sebagai manusia kita memiliki
tanggung jawab untuk menjaga alam semesta,” ujarnya.
Sambutan juga disampaikan oleh Plt. Kepala MAN 1 Lampung Barat, Purnomo. Dalam sambutannya, Ia berharap nilai-nilai dan hikmah Isra’ Mi’raj dapat benar-benar meresap dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku nyata.
“Semoga acara ini membawa keberkahan dan semakin meneguhkan iman kita semua,”
tuturnya.
Acara inti diisi dengan Mauldhah Hasanah
Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh Ustad Ruli Ramdani. Dalam
tausiyahnya, beliau menjelaskan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram
ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, termasuk peristiwa pengurangan
kewajiban shalat dari 50 waktu menjadi 5 waktu sehari semalam sebagai bentuk
kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan
syarhil Qur’an serta santri band oleh siswa-siswi MAN 1 Lampung Barat yang
semakin menambah semarak dan kekhidmatan acara.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, MAN 1 Lampung Barat berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam iman dan takwa, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman. (Humas)
Penulis : Melya Santi
Editor : Anggithya