Lampung Barat, MAN 1 (HUMAS)–– Dalam rangka memeriahkan Hari Batik, OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MAN 1 Lampung Barat menyelenggarakan serangkaian lomba inovatif yang melibatkan seluruh siswa/i. Acara yang digelar di Halaman Madrasah ini berlangsung meriah dengan dua macam perlombaan yakni Fashion Show Daur Ulang Sampah dan Membatik di Pot.(10/10).
Lomba Fashion Show Daur Ulang Sampah menampilkan busana kreatif yang dirancang oleh siswa dari bahan-bahan bekas seperti plastik, karung, botol air mineral, dan kardus. Karya-karya unik ini dinilai oleh 4 dewan juri yang terdiri dari Mutmainnah, S.Pd., Charlita Ramadia, S.Si., Sepriago, S.Pd., dan Nurhayanah, S.Ag. Setiap kelas berlomba-lomba menampilkan hasil kreasi terbaik mereka, menunjukkan bahwa dari barang-barang yang dianggap tak bernilai, namun bisa tercipta karya seni yang menarik dan fungsional.
Selain itu, lomba Membatik di Pot juga menambah semarak acara. Para siswa mengekspresikan kreativitas mereka dengan mendesain motif batik sederhana di pot tanaman. Lomba ini menjadi ajang untuk mengenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus mengembangkan keterampilan seni yang bermanfaat bagi generasi muda.
Acara ini dibuka oleh Kepala Madrasah, H. Iksanudin, M.Pd, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui budaya batik. “Batik bukan sekedar kain, tapi merupakan syarat dengan nilai-nilai budaya seperti kesabaran, ketelitian, dan kerja keras. Mari kita tanamkan nilai-nilai ini dalam diri kita melalui budaya batik,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Indonesia, serta mendorong siswa untuk terus melestarikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, semangat menjaga warisan budaya ini dapat terus berkembang dan tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di tengah masyarakat Lampung Barat dan Indonesia pada umumnya.
Dengan adanya acara ini, seluruh pihak berharap agar generasi muda semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya, serta menjadikan kreativitas sebagai bagian dari solusi terhadap masalah lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi karya yang bernilai. (MHS/Mela Basyar)