Metro, MAN 1 (Humas) --- Dalam memperingati hari kelahiran Rosulullah SAW, MAN 1 Metro sukses mengadakan pengajian dengan menghadirkan da’i kondang yang sering nongol di televisi yaitu, Ustadz Habib Ahmad Al Habsy. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus 2 MAN 1 Metro pada tanggal 23 September 2024, Selasa (24/9).
Acara yang bertemakan Safari Dakwah Dzikir dan Muhasabah ‘Panggilan Cinta Berharap Pertolongan Allah’, sukses digelar dengan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, wali murid, dan masyarakat umum. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Metro H. Abdul Haris, S. Ag., M. H.I, Kepala Kasi Pendidikan Madrasah Kota Metro Bambang Sugeng, dan perwakilan dari instansi terkait.
Hi. Sarjono, S. Pd., M. Pd selaku Kepala MAN 1 Metro dalam sambutannya menyampaikan, ‘Alhamdulillah, Ustadz Habib Ahmad Al Habsy berkenan hadir di madrasah ini, Ustadz yang sering tampil di televisi. Pada hari ini sangat berbahagia dan bangga sekali jika dilihat dari tingkat madrasah, baru ini (MAN 1 Metro) diantara madrasah yang lain menghadirkan penceramah terkenal sehingga kedepannya visi misi MAN 1 Metro untuk menjadi madrasah yang maju, bermutu dan mendunia segera benar – benar terwujud, ‘ungkapnya.
‘Sudah 36 tahun dari sejak PGA sampai menjadi MAN 1 Metro, siswa madrasah kita eksis. Mudah – mudahan dengan kehadiran Ustadz Ahmad Al Habsy ini akan menambah kebaikan dan memberikan yang terbaik serta menghadirkan motivasi untuk kita semua. Aamiin Ya Robbal ‘alamiin, ‘harapnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Al Habsy mencoba menghadirkan dan menjelaskan akhlak dan perilaku Rosulullah SAW untuk bersama – sama ditiru dan diteladani oleh Jama’ah yang hadir pada acara tersebut. Dimulai dari berperilaku santun, menghargai orang lain, menjaga perkataan agar tidak menyakiti hati orang lain, juga mengikuti sunnah nabi. Dimulai dari sunnah yang ringan seperti cara minum, etika berjualan, etika berinteraksi dengan orang lain. Namun, ada hal yang lebih penting dalam ceramah beliau, yaitu siswa dan siswi diberikan ilmu dan pemahaman bagaimana caranya menghormati kedua orang tua dan guru.
‘Nak, sehebat apa pun dirimu. Sepintar apapun dirimu jika orang tua mu tidak meridhoi mu maka berhati – hatilah dalam hidupmu. Karena kita hidup adalah untuk mencari ridho mereka.’
Ingat, jangan pernah kalian melawan dan membantah orang tuamu. Dan di sekolah, guru adalah orang tuamu. Jangan sekali – kali melawan dengan guru mu. Kita ini belajar dan mencari ilmu dengan cara mencari ridho mereka. Jika ridho sudah engkau dapatkan maka kemudahan akan engkau dapatkan pula, ‘jelasnya.
Dalam acara dzikir dan muhasabah itu juga Ustadz Ahmad Al Habsy berhasil menyentuh hati para jama’ah terutama para siswa untuk beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT akan dosa – dosa yang telah mereka lakukan kepada orang tua dan guru. Dosa berupa sikap dan perkataan yang menyinggung hati para orang tua. Walhasil, tidak sedikit siswa dan siswi yang menangis sejadi – jadinya.
‘Jaga orang tua mu yang masih ada, dan do’akan orang tuamu yang sudah tiada. Jadilah anak yang berbakti kepada mereka, ‘harapnya. (Jr)