Pesawaran, MAN 1 (Humas)– MAN 1 Pesawaran melaksanakan kegiatan praktik pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar Kurikulum Berbasis CINTA di Ruang Guru madrasah, Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala MAN 1 Pesawaran, Junaidy, beserta seluruh dewan guru. Rabu, (20/08/2025)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis CINTA yang sebelumnya diselenggarakan oleh PKKM se-Kabupaten Pesawaran pada 5 Agustus lalu. Melalui praktik ini, guru diharapkan dapat lebih memahami secara teknis penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Pesawaran, Junaidy, menegaskan bahwa kegiatan praktik ini menjadi bentuk keseriusan madrasah dalam mendukung program Kementerian Agama RI terkait penerapan kurikulum berbasis cinta. “Saya berharap seluruh dewan guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar penerapan kurikulum ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Pengawas Pembina MAN 1 Pesawaran, Purnomo. Sebelum masuk ke sesi praktik, ia terlebih dahulu memaparkan kembali konsep dasar kurikulum berbasis cinta serta langkah-langkah sistematis dalam penyusunan modul ajar.
Usai sesi materi, kegiatan berlanjut pada agenda inti, yakni praktik penyusunan RPP dan Modul Ajar oleh para guru. Suasana terlihat antusias, para pendidik saling berdiskusi dan menyusun perangkat pembelajaran sesuai arahan yang telah diberikan.
Sebagai penutup, Pengawas Pembina MAN 1 Pesawaran, Purnomo, menyampaikan harapannya agar guru tidak hanya mampu menyusun perangkat ajar, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten di kelas. “Kurikulum berbasis cinta bukan hanya soal dokumen, tetapi bagaimana nilai-nilai cinta itu benar-benar hadir dalam setiap proses pembelajaran untuk membentuk karakter siswa yang unggul dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, MAN 1 Pesawaran berharap seluruh guru dapat semakin siap mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. (Mr.Woo)
Editor : Fadilah
