Kotabumi, 17 Juni 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lampung Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Transformasi Pembelajaran Berbasis AI dan Pembuatan Perangkat Pembelajaran Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin-Selasa, 16-17 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Lampung Utara ini diikuti seluruh dewan guru dan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Supriyono, serta narasumber Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Mukholil.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan di
era digital dengan tiga tujuan utama:
1. Mempercepat proses administrasi guru tanpa mengurangi
kualitas pembelajaran.
2. Mendorong kreativitas pendidik melalui pemanfaatan
teknologi terkini.
3. Menyiapkan siswa menghadapi literasi digital yang semakin
krusial.
Mukholil, selaku narasumber, menegaskan bahwa penguatan
kompetensi guru dalam pemanfaatan AI menjadi kunci keberhasilan.
"Transformasi pembelajaran berbasis AI bukan sekadar tren, tapi kebutuhan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penyusunan perangkat
pembelajaran yang lebih adaptif," ujarnya.
Untuk memperkuat pondasi terkait AI, Materi Bimtek
mencakup:
✔ Pemanfaatan AI untuk
penyusunan perangkat pembelajaran, termasuk RPP, bahan ajar, dan soal
evaluasi.
✔ Teknik integrasi AI dalam
metode pengajaran untuk menciptakan pembelajaran interaktif.
✔ Optimalisasi tools digital
seperti platform berbasis AI (Canva Magic Write, ChatGPT, Quizizz AI) untuk
efisiensi waktu guru.
Kepala Madrasah, Supriyono, dalam sambutannya menyatakan,
"Program ini adalah langkah strategis untuk memastikan MAN 2 Lampung Utara
tidak tertinggal dalam inovasi pendidikan. Guru harus menjadi garda terdepan
dalam adaptasi teknologi."
Seluruh dewan guru antusias mengikuti sesi praktik langsung.
Salah satu peserta, Guru Matematika Sulastri, mengapresiasi pelatihan ini:
"Dengan AI, kami bisa fokus pada pengembangan materi kreatif, sementara
administrasi yang repetitif bisa diselesaikan lebih cepat."
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Aula MAN 2
Lampung Utara, dengan agenda:
- Hari Pertama: Pemaparan konsep AI dan simulasi tools.
- Hari Kedua: Workshop pembuatan perangkat pembelajaran dan
evaluasi.
Dengan adanya program ini para guru diharapkan mampu:
1. Meningkatkan efisiensi waktu guru dalam penyusunan
administrasi.
2. Memperkaya variasi metode pembelajaran berbasis
teknologi.
3. Membentuk ekosistem madrasah yang siap menghadapi revolusi industri 4.0.
"Kami ingin MAN 2 Lampung Utara menjadi contoh bagaimana AI bisa memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan peran guru," pungkas Mukholil. (Humas/Mela Basyar)
