Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Plt. Kasi PHU Hj. Linda Susilawati, S.Ag.,M.Ag menghadiri sekaligus membuka langsung Manasik Haji bersama FKG PAI - TK (Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam - Taman Kanak-kanak) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2025. Tampak hadir Ketua FKGPAI TK Maya Safitri, S.Pd.I, Kasi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pembimbing Manasik Haji, Kepala Sekolah TK & KB LB, para orang tua dan peserta didik. Bertempat di Masjid Baiturrahim Kompleks Pemda Kabupaten Lampung Barat. Selasa, 18 November 2025.
Mengawali sambutan, Maya Safitri menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji untuk anak-anak merupakan langkah awal untuk memperkenalkan gambaran tentang pelaksanaan rukun Islam ke-5.
"Sebagian orang menganggap bahwa manasik itu sangat penting, bahkan untuk anak usia dini. Menurut mereka, melalui manasik anak-anak dapat belajar mengenal rukun rukun Islam yg ke 5, melatih disiplin, mengikuti instruksi, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap ibadah sejak kecil," ujar Maya.
Karena dengan manasik, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang menyenangkan dan mudah diingat.
"Namun, ada juga sebagian orang yang beranggapan bahwa manasik tidak terlalu penting untuk anak usia PAUD. Mereka merasa bahwa anak-anak masih terlalu kecil untuk memahami makna ibadah haji secara utuh, dan lebih baik fokus pada kegiatan bermain dan pembiasaan sehari-hari," tambahnya.
Menurutnya, perbedaan pendapat ini tentu wajar. Setiap orang memiliki cara pandang masing-masing. Tetapi melalui kegiatan manasik hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa manasik di PAUD bukan untuk membebani anak-anak, melainkan untuk memberikan pengenalan awal yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, sederhana, dan sesuai usia mereka. Harapannya, pengalaman hari ini akan menjadi memori positif yang kelak menumbuhkan kecintaan mereka terhadap ibadah.
Selanjutnya, Linda Susilawati membuka langsung manasik haji FKG PAI dengan mengatakan bahwa manasik haji ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan “wadah pembentukan karakter” bagi anak‑anak PAUD. Ia menjelaskan bahwa melalui simulasi tawaf, sa’i, dan wukuf, si kecil belajar tentang kesabaran, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sejak dini.
“Ketika mereka menapaki jalur‑jalur haji dengan gembira, mereka sebenarnya sedang menanam benih‑benih keimanan yang akan tumbuh kuat seiring usia,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dukungan luar biasa dari 22 lembaga yang tersebar di lima kecamatan Lumbok Seminung, Sukau, Balik Bukit, Batu Brak, dan Belalau yang bersama‑sama mengirimkan 600 anak penuh semangat. “Keterlibatan orang tua, guru, dan seluruh panitia membuat acara ini terasa seperti keluarga besar yang berbagi kebahagiaan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Linda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berdoa agar pengalaman manasik ini menjadi “wasilah” bagi setiap anak untuk dapat menunaikan ibadah haji di Baitullah. “Semoga kebahagiaan hari ini menginspirasi generasi muda kita untuk selalu menegakkan nilai‑nilai Islam dalam kehidupan sehari‑hari,” harapnya. (Boy/K.TU/Mela Basyar )
