Search

Maryan Hasan: Disiplin dan Integritas Kunci Kepercayaan Publik di KUA

maryan-hasan-disiplin-dan-integritas-kunci-kepercayaan-publik-di-kua
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Upaya penguatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan langsung ke satuan kerja, yang kali ini dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Bumi Ratu Nuban, Senin (26/1/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I, memimpin langsung kegiatan pembinaan tersebut sebagai bagian dari agenda pembinaan internal dan penguatan tata kelola kelembagaan di lingkungan KUA.

Dalam arahannya, H. Maryan Hasan menegaskan bahwa disiplin aparatur merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Kementerian Agama. Menurutnya, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan sistem, tetapi juga oleh integritas, ketepatan waktu, serta etos kerja seluruh pegawai.

“Disiplin adalah pintu masuk bagi profesionalisme. Jika pegawainya tertib, bekerja sesuai aturan, dan melayani dengan hati, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Maryan Hasan.


Ia juga menyoroti secara khusus pelaksanaan layanan pencatatan perkawinan agar selalu berpedoman pada regulasi yang berlaku serta menghindari praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari. Selain itu, pengelolaan tanah wakaf diminta dilakukan secara tertib, akuntabel, dan terdokumentasi dengan baik.

“Wakaf adalah amanah umat. Administrasinya harus rapi, status hukumnya jelas, dan pengelolaannya transparan agar tidak menimbulkan sengketa di masa depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag Lampung Tengah juga menekankan peran strategis para Penyuluh Agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat. Ia meminta para penyuluh untuk terus aktif membina umat, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

“Penyuluh Agama bukan sekadar penceramah, tetapi agen perubahan sosial dan penjaga harmoni di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala KUA Bumi Ratu Nuban, Zulham Nurnizar, S.HI, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan Kepala Kemenag Lampung Tengah. Ia menyatakan komitmen jajarannya untuk menindaklanjuti seluruh arahan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

“Kami siap berbenah dan memperkuat kinerja, baik dari sisi disiplin pegawai, kualitas pelayanan nikah, pengelolaan wakaf, maupun peran penyuluh agama di lapangan,” ujar Zulham.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh Kepala KUA, para Penghulu, Penyuluh Agama, serta seluruh staf KUA Bumi Ratu Nuban. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, dengan sesi dialog yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan masukan serta berbagai kendala pelayanan di lapangan. (Ria/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil