Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Di tengah derasnya perubahan zaman dan tantangan moral generasi muda, keberadaan pondok pesantren terus menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan akhlak. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Pengajian Akbar Haflah Imtihan Akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 Pondok Pesantren Hidayatul Ulum di Kecamatan Seputih Raman, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I, sebagai bentuk dukungan nyata Kementerian Agama terhadap penguatan pendidikan keagamaan berbasis pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Madrasah, Penyuluh Agama Islam KUA Seputih Raman, pimpinan pondok pesantren, dewan guru, para santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan yang ikut menyaksikan momentum penuh makna tersebut.
Dalam sambutannya, H. Maryan Hasan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Ulum yang secara konsisten menjalankan peran strategis dalam mendidik generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan memiliki akhlakul karimah.
Menurutnya, Haflah Imtihan bukan sekadar seremoni penutup tahun pembelajaran, melainkan menjadi refleksi keberhasilan proses pendidikan yang telah ditempuh para santri selama menimba ilmu di lingkungan pesantren.
"Haflah Imtihan menjadi momentum rasa syukur atas capaian para santri. Pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan dan mulia dalam akhlak," ujar Maryan Hasan.
Ia juga berpesan agar para santri terus menjaga semangat belajar, memperkuat pemahaman agama, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman hidup dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks.
Melalui momentum Haflah Imtihan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pondok pesantren, masyarakat, dan Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan keagamaan yang berkualitas serta melahirkan generasi masa depan yang religius, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I, sebagai bentuk dukungan nyata Kementerian Agama terhadap penguatan pendidikan keagamaan berbasis pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Madrasah, Penyuluh Agama Islam KUA Seputih Raman, pimpinan pondok pesantren, dewan guru, para santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan yang ikut menyaksikan momentum penuh makna tersebut.
Dalam sambutannya, H. Maryan Hasan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Ulum yang secara konsisten menjalankan peran strategis dalam mendidik generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan memiliki akhlakul karimah.
Menurutnya, Haflah Imtihan bukan sekadar seremoni penutup tahun pembelajaran, melainkan menjadi refleksi keberhasilan proses pendidikan yang telah ditempuh para santri selama menimba ilmu di lingkungan pesantren.
"Haflah Imtihan menjadi momentum rasa syukur atas capaian para santri. Pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan dan mulia dalam akhlak," ujar Maryan Hasan.
Ia juga berpesan agar para santri terus menjaga semangat belajar, memperkuat pemahaman agama, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman hidup dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks.
Melalui momentum Haflah Imtihan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pondok pesantren, masyarakat, dan Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan keagamaan yang berkualitas serta melahirkan generasi masa depan yang religius, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.