Search

Melalui BRUS, Upayakan Cegah Pernikahan Dini dan Mengarahkan Impian Generasi Z

melalui-brus-upayakan-cegah-pernikahan-dini-dan-mengarahkan-impian-generasi-z
Fotografer: Humas Kanwil


Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kabupaten Lampung Barat turut serta memeriahkan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh   Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK-NU) PWNU Provinsi Lampung. Bertempat di Aula MAN 1 Lampung Barat. Sabtu, 31 Agustus 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh Kabid Urais Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Yulizar Andri, St.,M.Ag, Ketua DWP Kanwil Kemenag Prov Lampung Hj. Mardhotillah Raharjo, ketua DWP Kankemenag Lambar Ny. Alfi Ma'rifah Muhammad Yusuf,  Ketua LKK PWNU Provinsi Lampung, Pengurus dan Anggota DWP Kankemenag Kabupaten Lampung Barat serta Siswa Siswi MAN 1 Lampung Barat.

Kabis Urais Yulizar Andri, St.,M.Ag dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari BRUS ini adalah mencegah pernikahan dini pada anak,  dimana pernikahan sah secara agama dan negara menurut UU 16 Tahun 2016 adalah umur 19 tahun.

Ny. Hj. Mardhatillah Raharjo dalam pembinaannya mengatakan bahwa kegiatan bimbingan penting dalam kehidupan remaja selanjutnya untuk mewujudkan impiannya, jangan sampai cita-cita para remaja terhalang karena pernikahan usia dini. Menurut WHO remaja itu direntang usia 10 - 18 tahun.

Pada usia 15-18 tahun di usia ini remaja lebih mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan dan menginginkan kebebasan sehingga diusia ini sangat rentan terjadi pernikahan dini.  

Generasi gen Z yang dekat dengan teknologi harus memanfaatkan sisi positif untuk membantu  melangkah kedepan dalam menggapai cita-cita.

"Seperti mencari informasi beasiswa melalui media sosial dan perpeluang untuk bekerja secara fleksibel sehingga bisa mendapatkan pekerjaan dari luar negeri tetapi tinggal di Indonesia.

Tantangan yang dihadapi remaja yaitu apatis atau pesimis akan masa depan hal ini perlu dihindari tetapi kita harus memupuk rasa optimis  dan menjaga kesehatan mental agar mampu menyadari potensi yang dimiliki," terang ketua DWP Prov. Lampung Mardhatillah Raharjo.

Untuk menjaga dan melindungi diri kita adalah dengan memakai jilbab tidak hanya ketika ke sekolah tetapi juga ketika diluar sekolah. "Yang perlu di siapkan Gen Z untuk meraih pekerjaan impian yaitu pendidikan, mengembangkan skill dan membangun jaringan sosial dalam pertemanan untuk membangun brand maka dari itu pendidikan adalah nomor satu," tambahnya.

Selanjutnya, Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK-NU) PWNU Provinsi Lampung Fenti Anggraini menyampaikan fakta tentang remaja Indonesia yaitu yang pertama pergaulan bebas, seks bebas sebelum nikah, perkawinan anak (pernikahan dini), kedua masalah narkoba, ketiga tawuran, kekerasan, dan bullying dan yang keempat geng, salah pergaulan, dan balapan liar.

Terakhir, Alfi Ma'rifah berharap agar Gen Z dapat menyikapi media sosial dengan baik agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan pernikahan dini. (Boy/K.TU/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil