Search

Provinsi

Mengapa Kehumasan dan Keprotokolan Jadi Hal Penting? Ini Sebabnya

mengapa-kehumasan-dan-keprotokolan-jadi-hal-penting-ini-sebabnya
Fotografer: Humas Kanwil

Bandarlampung, Kemenag Lampung — Kehumasan dan Keprotokolan menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah organisasi, lembaga, atau institusi. Kehumasan mempunyai  peranan  penting dalam membina, mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang lebih serasi antara sebuah organisasi dan masyarakat.  

Pada Kementerian Agama, kehumasan juga berperan penting dalam menunjang suksesnya pelaksanaan tugas pokok Kemenag untuk mengimbangi arus informasi di masyarakat yang sewaktu-waktu dapat merugikan instansi pemerintah.

“Humas atau yang lebih dikenal sebagai PR (Public Relation) merupakan salah satu metode komunikasi untuk menciptakan citra positif dari mitra organisasi/instansi atas dasar menghormati kepentingan bersama,” kata Kabag TU Kanwil Kementerian Agama H Marwansyah pada Orientasi Kehumasan dan Keprotokolan Kanwil Kemenag Lampung di Emersia Hotel, Bandarlampung, Senin (4/3/2024).

Fungsi kehumasan dalam struktur Kementerian Agama sendiri mempunyai arti dan peranan penting dalam membina, mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang lebih serasi antara Kementerian Agama, dengan pers, media, dinas instansi yang lain dan juga dengan masyarakat.

Sementara Bagian Protokoler Provinsi Lampung Aditia Yudistira yang juga menjadi pemateri pada kegiatan tersebut menjelaskan fungsi dari keprotokolan yakni untuk memastikan agenda acara dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai peraturan. Beberapa hal perlu diperhatikan oleh bagian protokol di antaranya perangkat-perangkat acara dan hal-hal teknis lainnya.

“Pastikan posisi tempat duduk dan susunan acara beserta petugasnya sudah siap sesuai peraturan sehingga tidak ada kendala-kendala yang muncul,” katanya pada orientasi yang diikuti oleh bagian humas Kementerian Agama Kabupaten, madrasah, secara luring dan daring ini.

Namun menurutnya, peraturan keprotokolan juga memiliki sifat fleksible dengan menghormati tradisi dan kebiasaan masyarakat atau komunitas di daerah tersebut. Hal ini dilakukan untuk tidak terjadi konflik dan kesalahpahaman antara protokoler dan masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana sosok tokoh agama dan tokoh masyarakat di sebuah daerah harus mendapatkan porsi penghormatan yang lebih dengan mengatur posisi selayak mungkin. Hal ini dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar tidak muncul kesalahpahaman.

Terkait dengan pelaksanaan sebuah acara, Ketua Tim Humas dan KUB Kanwil Kemenag Lampung Alifah mengungkapkan pentingnya seorang pembawa acara agar membuat acara berjalan dengan baik.

Ia pun menjelaskan syarat-syarat seseorang menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) di antaranya memiliki suara yang jelas dan dapat dimengerti, memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki kemampuan bekerja sama.

“Seorang MC atau pembawa acara harus mempunyai penampilan yang baik karena dia tidak hanya didengar tetapi juga akan menjadi obyek perhatian audience.,” ungkapnya. (Muhammad Faizin)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil