Way Kanan, MTsN 2 (Humas) – Langit cerah menaungi
halaman MTsN 2 Way Kanan Kampus 2 pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Suasana terasa
khidmat namun bersahaja, saat ratusan siswa berdiri rapi mengikuti upacara
peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momen reflektif di tengah rutinitas,
yang menjadi ruang kontemplasi atas arah perjalanan pendidikan, terutama di
kalangan generasi muda hari ini.
Upacara dipimpin langsung oleh Ahmad Jaidun selaku pembina.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya
memadukan ilmu dan adab. “Adab dan ilmu itu seperti dua sisi mata uang. Ilmu
saja tanpa adab bisa menyesatkan, begitu juga adab tanpa ilmu akan kering
maknanya,” ujar Ahmad Jaidun dengan suara lantang namun lembut, disambut diam
tenang oleh para peserta upacara.
Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi
digital, siswa saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Kemudahan akses
pengetahuan seringkali tidak diiringi dengan kematangan sikap. Dalam
realitasnya, sebagian siswa mulai menunjukkan sikap yang kurang santun terhadap
guru maupun orang tua. Inilah yang menjadi sorotan penting dalam amanat pembina
upacara. Ia menekankan pentingnya membangun kembali budaya hormat sebagai
bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter.
Rani Randikasari, salah satu guru yang hadir mengungkapkan
keprihatinannya. “Kami melihat banyak siswa sekarang cepat dalam mengakses
informasi, tapi belum tentu cepat dalam memahami nilai. Sopan santun kadang
dianggap kuno. Ini tantangan nyata bagi para guru,” ujarnya.
Peringatan Hari Pendidikan kali ini bukan sekadar rutinitas
tahunan, melainkan menjadi panggilan untuk kembali pada akar nilai pendidikan
yang sejati: membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak. Dengan suasana penuh
semangat dan kesadaran yang tumbuh dari dalam, peringatan ini menjadi langkah
kecil namun bermakna dalam membangun karakter siswa MTsN 2 Way Kanan Kampus 2
yang tidak hanya memahami pelajaran, tetapi juga menghargai nilai-nilai
kehidupan. (AI)
Editor : Fadilah
