Search

Menteri Agama Buka Perkemahan Penyuluh Lintas Agama di Lampung

menteri-agama-buka-perkemahan-penyuluh-lintas-agama-di-lampung
Fotografer: Humas Kanwil

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, membuka Perkemahan Penyuluh Lintas Agama (Mahan Pelita) Provinsi Lampung Tahun 2025 di Bumi Perkemahan Wira Garden, Bandar Lampung, Jumat (12/9/2025) pukul 15.28 WIB. Kegiatan ini digelar oleh PW Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Lampung.

Mengusung tema “Mengokohkan Kerukunan, Merawat Ekologi, dan Menguatkan Ekonomi Umat”, perkemahan diikuti 1.050 penyuluh lintas agama dari seluruh kabupaten/kota. Tujuannya memperkuat harmoni masyarakat Lampung yang dikenal sebagai Sang Bumi Ruwa Jurai, miniatur Indonesia.


Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur, mendampingi kontingen IPARI Bandar Lampung berjumlah 130 peserta. Hadir pula Asisten I Setda Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, mewakili Gubernur; Anggota DPR RI Muhammad Khadafi; Pengusaha Anindya Bakrie; Rektor UIN Raden Intan Lampung; Ketua FKUB Lampung; serta pimpinan ormas lintas agama.

Menag menyampaikan apresiasi kepada penyuluh agama yang menjadi garda terdepan moderasi beragama. Ia menegaskan pentingnya Trilogi Kerukunan meliputi kerukunan internal umat, antarumat beragama, dan dengan pemerintah. “Alhamdulillah, di Lampung tidak pernah terjadi konflik besar. Kalaupun ada, selalu dapat diselesaikan secara dialogis,” ujarnya.

Selain itu, Menag memperkenalkan konsep kerukunan baru: antar manusia, dengan alam, dan dengan Tuhan sebagaimana sila pertama Pancasila. “Inti ajaran agama adalah cinta kasih. Lampung layak menjadi percontohan kerukunan,” tegasnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan M. Firsada, ditegaskan pentingnya peran penyuluh agama dalam menumbuhkan toleransi dan persaudaraan. “Kemah kerukunan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga ruang belajar bersama mengamalkan moderasi beragama,” katanya. Ia menambahkan, keberagaman adalah kekuatan bangsa dan penyuluh harus menjadi penjaga harmoni.


Plt. Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi Program Prioritas Pertama Kemenag, yaitu meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan. “Lampung kaya akan keberagaman. Melalui perkemahan ini, komunikasi antarumat diperkuat, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya. Ia menyebut kegiatan ini juga dirangkai dengan penanaman 10.000 pohon dan pelepasan bibit ikan oleh 225 KUA sebagai wujud kepedulian terhadap alam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menag bersama pejabat terkait, dilanjutkan penanaman pohon, pelepasan ikan di Teluk Betung, serta penyerahan modal kerja bagi kelompok umat. Rangkaian kegiatan ini juga bertepatan dengan peresmian Masjid Raya Al-Bakrie dan program Damai Indonesiaku pada 13–14 September 2025, sebagai bagian dari ikhtiar menuju Indonesia Emas 2045. (Mushollin/Ali)

Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil