Search

Menteri Agama: “Kuatkan Brotherness, Hilangkan Otherness”

menteri-agama-kuatkan-brotherness-hilangkan-otherness
Fotografer: Humas Kanwil


Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menggelar sekaligus memimpin Rapat Pimpinan bersama Seluruh pejabat Eselon I, Eselon II, para Kakanwil dan Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia. Rapat yang disebut dengan Breakfats Meeting ini fokus pada pembahasan seputar kebijakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Miftahus Surur sebagai Plt. Kepala Kankemenag Kab Lampung Barat juga menghadiri Rapim tersebut yang dimulai sejak Pukul 06.00 WIB pada Selasa, 07 Januari 2025.

Setidaknya, terdapat tiga fokus pembahasan yang menjadi topik Rapim kali ini, yaitu kebijakan pengentasan dan penuntasan nasib para guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penyusunan dan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, dan Kebijakan terkait Kegiatan Belajar Mengajar selama bulan Ramadan.

Pertama, terkait kebijakan pelaksanaan PPG, Dirjen Pendis Prof. Dr. Abu Rokhmad mengatakan bahwa sampai saat ini terdapat 625.481 orang guru yang masih menunggu antrian untuk dapat mengikuti PPG. Harapannya jumlah tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun mendatang.

“Kami sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bersama-sama menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) yang berat ini. Mudah-mudahan dapat terselesaikan dan sejumlah guru tersebut dapat menikmati Tunjangan Profesi Guru (TPG) sehingga dapat memberikan kesetaraan dan kesejahteraan yang merata,” ujarnya.

Kedua, kebijakan seputar penyusunan Kurikulum Berbasis Cinta mendapatkan ulasan yang sangat panjang oleh Menteri Agama. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keberagaman masyarakat Indonesia harus menjadi landasan di berbagai aspek untuk meyakinkan kepada para anak didik, para pendidik, tenaga kependidikan dan kita semua bahwa kenyataan tersebut merupakan khazanah yang harus dijaga, dipelihara dan dikuatkan demi menjaga keutuhan NKRI.

“Oleh sebab itu, sedari kecil kita harus menanamkan kepada anak-anak kita nilai-nilai Brotherness (kebersaudaraan) bahwa kita hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan. Nah, perbedaan itu jangan dipertajam dengan sikap Otherness (meliyankan yang lain). Ini tidak boleh. Anak-anak harus kita berikan nuansa cinta dalam diri mereka terhadap keragaman itu,” terang Menteri Agama.

Ketiga, terkait pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar dilingkungan sekolah selama Ramadan, Menteri Agama masih membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk mendapatkan pertimbangan terbaik, sehingga dapat membuat kebiajakan yang tepat dan memadai serta dapat diberlakukan untuk semua jajaran di lingkungan Kementerian Agama yang menaungi umat lintas agama.

“Kita masih mengkaji berbagai aspeknya. Wacana libur sekolah selama Ramadan itu harus dicermati secara hati-hati, termasuk sisi positif dan negatifnya. Tetapi apapun itu, yang kita harapkan agar bulan Ramadan itu diisi dengan berbagai kegiatan yang baik serta dapat menguatkan aspek mentalitas dan ruhani para peserta didik kita,” jelasnya.

Plt. Kepala Kankemenag Kab Lambar Miftahus Surur sangat mengapresiasi pola Rapat Pimpinan yang digelar dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama. Ia berharap dari Rapim seperti itu, akan selalu terdapat informasi yang baru, bermanfaat dan dapat diterapkan pada masing-masing jajaran Kementerian Agama di setiap jenjangnya. (Surur/Boy/Mela Basyar)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil