Way Kanan, KUA Buay Bahuga (Humas)-- Di tengah harapan membangun rumah tangga yang harmonis, tiga pasang calon pengantin tampak antusias mengikuti Bimbingan Perkawinan Terpadu yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bahuga, Kamis (24/7). Bertempat di aula KUA, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi mereka yang akan segera mengarungi bahtera pernikahan.
Bimbingan
ini tak sekadar membahas prosesi atau syarat nikah. Di hadapan para peserta,
Ali Nahrowi, selaku penghulu KUA Bahuga, menguraikan makna mendalam dari ikatan
pernikahan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pernikahan bukan
hanya kebersamaan, tetapi juga membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah,
warahmah tenang, penuh cinta, dan kasih sayang.
“Pernikahan
bukan akhir dari cerita cinta, tapi awal dari perjalanan baru yang harus dijaga
bersama dengan ilmu dan tanggung jawab,” ucap Ali dengan penuh semangat.
Tak
hanya soal agama, perhatian terhadap kesehatan keluarga juga menjadi sorotan
utama. Muhammad Kurniadi, penyuluh dari Dinas P3AP2KB, bersama dua rekannya,
memberikan edukasi menyeluruh tentang pencegahan stunting, pentingnya gizi
sejak sebelum kehamilan, serta manfaat program Keluarga Berencana (KB).
Kurniadi
menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental pasangan sangat berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak. “Mempersiapkan keluarga sehat dimulai dari
keputusan-keputusan cerdas sejak sebelum menikah,” katanya.
Bimbingan ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam membentuk generasi keluarga muda yang tangguh berbekal ilmu agama, kesadaran akan peran masing-masing, dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. KUA Bahuga berharap kegiatan serupa terus digalakkan agar setiap pernikahan dimulai dengan persiapan yang matang, bukan sekadar janji di pelaminan. (Ali/Asep)
