Way Kanan, MTsN 2 (Humas) – Kepala MTsN 2 Way Kanan, Irawan, menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membedah Rusaknya Adab Remaja, Penyebab dan Tawaran Solusinya”. Acara ini diselenggarakan oleh LEDFORM, Sekolah IKADI Lampung, dan Keluarga Alumni ROHIS, serta bekerja sama dengan SKH Lampung Post. Selain mewakili sekolahnya, Irawan juga hadir sebagai perwakilan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang sidang SKH Lampung Post pada, Rabu (19/03/25).
FGD ini bertujuan untuk membahas berbagai faktor yang menyebabkan menurunnya adab remaja di era modern serta mencari solusi konkret untuk mengatasinya. Dalam diskusi tersebut, Irawan menekankan bahwa degradasi moral remaja tidak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkungan sosial, teknologi, dan pola asuh dalam keluarga. “Adab adalah cerminan dari pendidikan yang diterima seseorang. Jika ingin memperbaiki akhlak remaja, kita harus mulai dari rumah dan sekolah,” ungkapnya.
Selain Irawan, acara ini juga menghadirkan narasumber lain dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, pejabat pemerintah, politisi, dan para aktivis bidang pendidikan turut serta dalam diskusi yang membahas bagaimana pengaruh media digital, pergaulan, dan kurangnya pembinaan karakter dalam dunia pendidikan menjadi tantangan besar bagi generasi muda saat ini.
Salah satu solusi yang dibahas dalam diskusi ini adalah perlunya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendidik anak-anak agar memiliki etika yang baik. Para narasumber menyoroti pentingnya pendidikan berbasis moral dan agama untuk mengatasi tantangan zaman yang semakin kompleks. Mereka juga mengajak orang tua untuk lebih aktif dalam mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Sebagai perwakilan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lampung, Irawan juga menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya melalui pengajaran akademik tetapi juga dengan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembimbing moral bagi siswa. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengembangkan metode pembelajaran yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter,” ujarnya.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Acara ini juga menjadi ajang bagi para pendidik, orang tua, dan pemerhati pendidikan untuk berbagi wawasan serta pengalaman dalam mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang lebih beradab, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman.(JN).
Editor : Fadilah